Rabu 07 Agustus 2019, 16:01 WIB

Destry Soroti Perekonomian Global yang Perlu Diwaspadai

Atalya Puspa | Ekonomi
Destry Soroti Perekonomian Global yang Perlu Diwaspadai

MI/PIUS ERLANGGA
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (7/8).

 

DEPUTI Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damaynti, mengungkapkan tantangan perekonomian yang datang dari dunia global tidaklah mudah. Dirinya mengatakan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang berujung menjadi perang mata uang, akan turut berpengaruh pada perekonomian Indonesia.

"Kita patut waspadai karena memang pengaruh global ini cukup memberikan dampak terhadap domestik kita, dan juga negara-negara emerging market secara keseluruhan," tutur Destry usai dilantik menjadi DGS BI di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Rabu (7/8).

Baca juga: Ekspor Sawit Dilemahkan Faktor Global

Dengan demikian, dirinya mengungkapkan, BI akan senantiasa memantau kondisi perekonomian global maupun domestik untuk menciptakan kebijakan yang dapat mendorong perekonomian Indonesia di tengah tekanan.

Destry menyatakan, di tengah kondisi perekonomian global yang tidak menentu, BI akan terus mempertahankan kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif untuk menciptakan stabilitas pada sektor keuangan, khususnya nilai tukar rupiah.

"Nah, ini diharapkan kalau kita bisa jaga stabilitas makro tentunya kita tidak perlu panik. Market tidak perlu panik karena guncangan itu biasanya sifatnya sesaat," tutur Destry.

Dirinya menuturkan, BI akan senantiasa berada di pasar untuk mewaspadai pergerakan ataupun instabilitas yang terjadi di sektor keuangan.

"Kita akan berusaha membuka ruang khususnya berkaitan likuiditas domestik. Kita akan dukung sehingga memberi ruang bagi sektor untuk tumbuh perbankan untuk bisa menyalurkan kreditnya lagi khususnya yang bersifat produktif," jelasnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More