Rabu 07 Agustus 2019, 13:30 WIB

Formula 1 Berencana Gelar Balapan di Arab Saudi

Antara | Olahraga
Formula 1 Berencana Gelar Balapan di Arab Saudi

AFP/Andrej ISAKOVIC
Pembalap Mercedes Lewis Hamilton saat memasuki finis pertama di GP Hongaria

ARAB Saudi dan Formula 1 sedang membicarakan kemungkinan menggelar balapan di negara tersebut dan para petinggi tim telah dimintai pendapatnya.    

Koran The Times melaporkan jika F1 dan sepuluh tim akan mencari jaminan terhadap sejumlah isu seperti Hak Asasi Manusia, kesetaraan gender, dan kebebasan pers sebelum setiap balapan disetujui.    

Sejumlah sumber mengonfirmasi laporan tersebut. Mereka menyebut bahwa F1 telah berdiskusi dengan sejumlah calon tuan rumah di seluruh dunia namun tidak menemui kesepakatan.  

The TImes mengabarkan jika balapan di Arab Saudi itu bisa terlaksana paling cepat 2021, dengan kalender balapan musim depan diperbanyak menjadi 22 balapan.    

Sudah ada dua balapan di Timur Tengah yaitu di Sirkuit Sakhir, Bahrain dan Yas Marina, di Abu Dhabi, yang mengantongi kontrak jangka panjang.    

Baca juga: Ferrari Kesulitan di Sirkuit dengan Down-Force Tinggi

Arab Saudi telah menjadi sorotan dunia internasional terkait rekam jejak mereka dalam HAM setelah jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh dan dimutilasi agen Saudi di dalam konsulatnya di Istambul, Turki, Oktober tahun lalu.    

Kerajaan Saudi juga baru mengizinkan perempuan menyetir tahun lalu.    

Sementara itu, F1 menyatakan komitmen mereka pada 2015 untuk menghormati 'Hak Asasi Manusia yang diakui dunia internasional dalam operasinya secara global.'    

Tahun ini, Bahrain menjadi tuan rumah seri kedua setelah Australia sedangkan Abu Dhabi akan menutup musim balapan pada awal Desember.    

Balapan di Arab Saudi harus dipisahkan dari kedua rival di wilayah itu untuk melindungi investasi dan keunikan balapan yang digelar di negara mereka.    

F1 telah disiarkan langsung dan free-to-air di Timur Tengah dan wilayah Afrika Utara di bawah kontrak lima tahun yang ditandatangani Maret lalu antara MBC Group, yang didirikan pengusaha Saudi Waleed al-Ibrahim.    

Hak siar sebelumnya dipegang BeIN media group milik Qatar.    

Arab Saudi sendiri telah menjadi bagian di kalender balapan Formula E dan menggelar seri pertamanya tahun lalu di Sirkuit Ad Diriyah, tidak jauh dari Riyadh.    

Sejumlah perusahaan asal Saudi juga pernah terlibat di F1 seperti Albilad dan maskapai nasional Saudia yang mensponsori Williams yang meraih gelar juara dunia pertamanya pada 1980.    

Pemegang hak komersial F1, Liberty Media, menyatakan jika mereka ingin menambah balapan di Amerika Serikat, dengan Miami yang kemungkinan bersanding dengan GP AS di Austin, dan Tiongkok.  

Mereka juga telah berbicara dengan Argentina, Afrika Selatan dan Maroko, karena Afrika masih menjadi satu-satunya benua yang tidak menggelar balapan F1.    

Sementara Eropa memiliki 11 balapan ketika Rusia dan Azerbaijan bergabung di kalender F1. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More