Selasa 06 Agustus 2019, 20:12 WIB

Sekitar Seribu Pelayat Iringi Pemakaman Mbah Moen

Sitria Hamid dari Mekkah | Politik dan Hukum
Sekitar Seribu Pelayat Iringi Pemakaman Mbah Moen

ANTARA/Hanni Sofia
Umat muslim mengangkat jenazah KH Maimun Zubair (Mbah Moen) seusai dimandikan di Masjid Muhajirin Khalidiyah, Mekkah, Arab Saudi, hari ini.

 

SEKITAR seribu pelayat mengiringi pemakaman KH Maimun Zubair (90) di Pemakaman Ma'la, Mekah, Selasa (6/8) siang pukul 13.20 waktu Arab Saudi. Menag minta seluruh umat Islam Indonesia meneladani kebaikan-kebaikan KH Maimun selama hidupnya.

"Marilah kita meneladani kebaijan-kebaikan beliau,"kata menag sesaat setelah KH Maimun dimasukkan dalam liang lahat dengan diiringi kalimat talkin lailahaillalah. Hadir dalam pemakaman tersebut, antara lain Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh dan KH Syarif Rahmat. Doa dipimpin Habib Rizieq dan menag.

Pemakaman berlangsung sekitar pukul 13.20 sampai 13.55 sekitar 35 sampai dengan 40 menit. Ribuan orang yang datang untuk mengantarkan jenazah KH Maimun ke peristirahatan yang terakhir.

Pemakaman Ma'la dilarang bagi perempuan. Puluhan perempuan berdiri di depan pagar menyaksikan pemakaman.

Agustipah 37, rombongan haji khusus turut berdiri naik pagar pemakaman Ma'la untuk melihat langsung makam Mbah Moen disela-sela antara pagar lokasi pemakaman.

Baca juga: KWI: Mbah Moen Tokoh Bangsa yang Hadirkan Kesejukan

Jemaah haji khusus lainnya dari Magelang, Ami Mahmudah, 56 tahun, yang juga berdiri naik ke pagar mengaku sempat sowan ke Mbah Moen sebelum pergi ke tanah suci.

"Mbah Moen ulama besar Indonesia sangat kehilangan saya menangis mendengar Mbah Moen wafat subuh tadu. Karena sebelum berangkat haji saya sowan ke mbah Moen," kata Ami Mahmudah dengan suara serak menahan tangis.

Jemaah haji asal Nganjuk subhan 50 tahun yang merupakan kloter 41 Surabaya, dan mengikuti seluruh prosesi pemakaman mengatakan dirinya sangat kehilangan dengan kepergian KH Maimun Zubair.

" Saya tahu sejak Subuh kabar wafatnya Mbah Moen, beliau merupakah tokoh tertua di NU, kyai sepuh, saya sangat kehilangan, kalau ulama hilang, ilmu juga hilang, kalau tokoh ulama wafat, ilmu tokohnya juga hilang," kata Subhan.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More