Selasa 06 Agustus 2019, 19:11 WIB

Cerita JK saat Lampu Padam: Saya Cari Menteri Saja Nggak Bisa

Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum
Cerita JK saat Lampu Padam: Saya Cari Menteri Saja Nggak Bisa

MI/PANCA SYURKANI
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

 

WAKIL Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), menceritakan pengalamannya saat situasi Jabodetabek mengalami black out atau mati listrik masal pada Minggu (4/8) kemarin. JK menilai masyarakat kini merasakan betul pentingnya listrik dalam kehidupan mereka akibat peristiwa kemarin. JK juga mengungkapkan ketergantungan masyarakat dengan listrik, juga berimbas kepada komunikasi. Ia mengaku tidak dapat menghubungi para menterinya untuk mendpaatkan informasi terkini.

"Tidak bisa menghubungi siapa-siapa, cari tau ada apa enggak bisa, mau cari menterinya gak bisa. Ya anda juga pasti mencari informasi enggak bisa," tutur JK di Kantor Wakil Presiden, Selasa (6/8).

Baca juga: Listrik Padam, Polri Pastikan tidak Ada Unsur Sabotase

Ia menceritakan rumahnya di Diponegoro jika mati lampu memang tidak akan menjadi persoalan karena ada back up generator. Namun, rumah pribadinya di Kebayoran tidak memiliki fasilitas tersebut.

"Kita menjadi sadar, anda tiba-tiba merasa kesepian. Begitu pentingnya, listrik bagi kita semua, bukan hanya sebagai penerangan atau apapun, kita kesepian di rumah, panas tidak ada AC bahkan tidak dapat mencari tahu informasi. Mau nonton TV gak ada, mau nelepon siapa gak bisa, betul betul menjadi tiba-tiba sepi sendiri. Untungnya saya ada di Kebayoran," imbuh JK.

Akan tetapi, JK menerangkan tidak lama setelah itu dari pihak PLN kemudian membantu JK dengan mengirimkan generator. Namun, pada saat yang sama rumah lainnya pun tidak bisa.

Sebagaimana diketahui, Minggu (4/8) kemarin, Jabodetabek mengalami mati listrik masal selama berjam-jam. Akibat hal tersebut berbagai fasilitaas publik yang menggunakan listrik terhenti, misalnya saja MRT, maupun kereta commuter line hingga lampu lalu lintas.

Masyarakat pun sempat panik dan mengeluh akibat padamnya listrik secara berjam-jam yang menggangu aktifitas mereka dan kerugiannya diperkirakan triliunan rupiah. (OL-6)

Baca Juga

DOK DPR RI

KPPA Harus Deteksi Anak Terpapar Covid-19 di Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 17:00 WIB
Yandri menyampaikan, saat ini kasus positif virus korona sebanyak 3.293 pasien. Dari data tersebut, KPPPA harus mampu mendeteksi jumlah...
DOK DPR RI

Ciptakan Stabilitas Harga, Bulog Diminta Gelar Operasi Pasar

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 April 2020, 15:25 WIB
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini, jangan sampai ada pihak spekulan yang mengambil keuntungan besar dalam kondisi seperti...
Antara

Jokowi: Mari Hadapi Pandemi Ini dengan Kebersamaan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 10 April 2020, 14:52 WIB
Menurut Presiden, pandemi yang dihadapi ini merupakan ujian berat bagi bangsa yang memerlukan kebersamaan, gotong-royong, dan disiplin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya