Senin 05 Agustus 2019, 19:05 WIB

Dua Pelari Meninggal, Pemkot Evaluasi Surabaya Marathon 2019

Antara | Nusantara
Dua Pelari Meninggal, Pemkot Evaluasi Surabaya Marathon 2019

ANTARA/Didik Suhartono
Peserta mengikuti Surabaya Marathon 2018 di Surabaya, Jawa Timur

 

PEMERINTAH Kota Surabaya akan mengevaluasi kegiatan berskala internasional bertajuk Surabaya Marathon 2019 yang mengakibatkan dua pelari meninggal dunia saat digelar di Kota Pahlawan, Jawa Timur, pada Minggu (4/8/2019).    

"Tentunya panitia juga akan melakukan evaluasi, terutama bagi (kesehatan) para pelari. Tapi selama ini verifikasi sudah dilakukan, sebelum mendapatkan nomor peserta," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser di Surabaya, Senin (5/8/2019).    

Kedua orang peserta Surabaya Marathon itu meninggal diketahui dari kategori lari 10 Kilometer dengan nomor peserta 5755 dan 5721 yakni Chusnun N Djuraid, 60, asal Malang, Jawa Timur, dan Oentung P Setiono, 55, asal Jakarta.      

"Kami dari Pemkot Surabaya turut belasungkawa atas meninggalnya dua pelari yang ikut dalam Surabaya Marathon ini,"katanya.    

Ia menjelaskan, informasi awal yang diterima, kedua pelari itu sebelum tiba di garis finish sempat mengalami pingsan dan mendapat pertolongan dari tim medis. Bahkan, kedua pelari itu juga sempat dilarikan ke IGD RSU Dr. Soetomo Surabaya agar mendapat penanganan lebih lanjut namun nyawanya tidak tertolong.    

Namun, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan alasan meninggalnya kedua peserta itu secara medis. Akan tetapi, Pemkot Surabaya memastikan telah memberikan perhatian khusus untuk bagaimana membackup panitia agar kedua jenazah itu bisa kembali ke keluarga.   

"Kita berkolaborasi dengan panitia dan kita menghubungi pihak keluarga, kita koordinasi untuk bagaimana jenazah cepat kembali ke pihak keluarga," katanya.    

Informasi yang dihimpun dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, Minggu, menyebutkan, dua peserta lari "Surabaya Marathon 2019" meninggal dunia sebelum mencapai garis finis.

Amalia Kautsariah, putri almarhum Husnun, saat ditemui di Kamar Mayar RSUD Dr Soetomo Surabaya, Minggu, mengungkapkan ayahnya memang memiliki riwayat penyakit jantung.

Dia mengisahkan sang ayah, yang tercatat sebagai Komisaris di perusahaan media cetak "Malang Post" (Jawa Pos Group), telah beberapa kali dirawat di rumah sakit setelah mengikuti lomba lari.

"Pernah ikut Borobudur Marathon dan juga Jogja Marathon di nomor 10 kilometer. Saat itu sudah mencapai finis, lalu masuk rumah sakit," katanya.

Selain itu, Amalia menandaskan, ayahnya juga pernah masuk rumah sakit setelah bermain tenis. "Setelah sembuh ikut lari lagi 10 kilometer," ujarnya.

Di Surabaya Marathon 2019, Husnun juga turun di kategori 10 kilometer, dengan nomor peserta 5721. Dia terjatuh saat melintas di Jalan Pemuda Surabaya. Oleh tim medis langsung dilarikan ke IGD RSUD Dr Soetomo menggunakan mobil ambulans namun nyawanya tidak tertolong.

Peserta lainnya yang meninggal dunia Oentung P Setiono  yang juga turun di kategori 10 kilometer, dengan nomor peserta 5755. Dia ambruk saat melintas di Jalan Basuki Rahmat Surabaya dan meninggal dunia di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Jenazah Husnun Djuraid dikebumikan di Malang. Sedangkan almarhum Oentung Setiono, dikebumikan di Solo, Jawa Tengah.(Ant)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More