Selasa 06 Agustus 2019, 10:40 WIB

Polisi Taati Presiden di Kasus Novel

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Polisi Taati Presiden di Kasus Novel

MI/ROMMY PUJIANTO
Penyidik senior KPK Novel Baswedan.

 

MABES Polri menegaskan akan menaati instruksi Presiden Joko Widodo yang ingin kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, selesai dalam tiga bulan. Polri sedianya menerjunkan tim teknis dengan masa kerja enam bulan.

 “Kita upayakan dalam tiga bulan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada Medcom.id di Mabes Polri, kemarin.

Dedi mengaku tidak memusingkan tekanan yang datang dari pegiat antikorupsi ataupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang meminta Polri segera selesaikan kasus Novel. “Yang jelas tim terus kerja keras untuk ungkap kasus tersebut,” jelas dia.

Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik keras Polri. Peneliti ICW Wana Alamsyah menyebut kepolisian masih saja mengulur waktu. Padahal, sudah tidak ada lagi alasan buat mengulur, apalagi dengan 90  polisi diterjunkan demi mengungkap pelaku.

“Sudah banyak bukti bertebaran, bahkan 100 bukti lebih. Nah, ini menjadi tidak masuk akal ketika mengatakan kalau enam bulan tidak berhasil mengungkap, ya ditambah lagi enam bulan,” ungkap Wana.

Tim teknis bentukan Polri yang bertugas mengusut kasus Novel mulai bekerja pada Ka-mis (1/8). Tugas mereka dibagi sesuai sprindik berdasarkan kompetensi dan kemampuan personel. Tim teknis diisi personel dengan kemampuan khusus, salah satunya dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Novel diserang orang tak dikenal, Selasa, 11 April 2017, usai salat subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua tahun lebih pascateror, polisi belum juga mengungkap sosok pelaku.

Atas rekomendasi Komisi Nasional Hak Asa-si Manusia, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Selasa, 8 Januari, sempat membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk mengungkap kasus itu. Setelah enam bulan bertugas, TPF menduga teror terhadap Novel bermotifkan balas dendam.

TPF mencurigai tiga orang yang diduga kuat berkaitan dengan teror terhadap Novel. Namun, TPF belum mampu mengungkap pelakunya dan merekomendasikan agar tim teknis Polri menindaklanjuti. (P-2)

Baca Juga

Antara/Oky Lukmansyah

Keppres-PP soal Covid-19 Beri Legitimasi Polri Bubarkan Kerumunan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 01 April 2020, 18:53 WIB
"Dasar hukum yang digunakan Polri untuk melarang dan membubarkan orang-orang yang bergerombol, berkerumun, tidak menerapkan jarak...
Antara/Aprilio Akbar

Begini Cara Penerapan Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 01 April 2020, 17:48 WIB
Peraturan pemerintah ini dapat dijalankan di daerah yang wilayahnya terdapat penyebaran wabah...
MI/Susanto

KPK Masih Tunggu Pejabat yang Belum Setor LHKPN

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 01 April 2020, 17:47 WIB
Hingga 31 Maret, tingkat kepatuhan LHKPN untuk pelaporan tahun 2019 mencapai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya