Senin 05 Agustus 2019, 16:00 WIB

Dukung Ekosistem Blockchain, KOIN Gandeng Kadin dan BCEE

Ghani Nurcahyadi | Teknologi
Dukung Ekosistem Blockchain, KOIN Gandeng Kadin dan BCEE

Dok. Toko Indonesia
MoU antara Toko Indonesia, Kadin, dan BCEE di ajang Global Blockchain & Investment Summit 2019

PENERAPAN teknologi blockchain yang membuat data tidak hanya dimiliki oleh satu sumber saja, ikut mendorong kemajuan perusahaan Indonesia dalam persaingan ekonomi global yang kini mengarah ke ekonomi digital. Hal itu pun menjadi perhatian platform Toko Indonesia (KOIN).

Upaya mendorong ekosistem blockchain di Indonesia diterapkan secara meluas pun dilakukan KOIN lewat jalinan kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Blockchain Center of Excelence & Education (BCEE) di ajang Global Blockchain & Investment Summit (GBIS) 2019 di Jakarta, akhir Juli lalu.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan oleh Chief Executive Officer (CEO) KOIN Devi Erna Rachmawati bersama perwakilan Kadin dan BCEE serta disaksikan oleh sekitar 1.800 peserta GBIS 2019 yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Devi mengatakan, KOIN yang merupakan produk anak bangsa dari PT. Ritel Global Solusi, diluncurkan dengan menggunakan teknologi dan inovasi yang disebarkan secara publik dan dirasakan manfaatnya oleh publik pula.

Pada perjalanan dan perkembangan KOIN, lanjut Devi, teknologi blockchain membantu percepatan dan memaksimalkan daya saing KOIN di publik.

Baca juga : IPI Gandeng Ko-In Berdayakan Ponpes

"Pemanfaatan teknologi yang terus berkesinambungan dan ingin turut serta berperan dalam teknologi blockchain Indonesia mendasari KOIN menandatangani Memorandum of Understanding antara KOIN, KADIN dan BCEE," Kata Devi dalam keterangan tertulisnya.

Ketua Kadin Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, dalam ekonomi global, perusahaan yang dapat memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam seluruh rantai nilai akan mendapatkan posisi terbaik dalam daya saing global.

Menurutnya, Perusahaan yang sedang berkembang dan berskala besar di dunia digital sedang mendalami maupun mengembangkan layanan teknologi blockchain agar tetap berperan di pasar yang kompetitif.

'Indonesia termasuk berada di barisan garda depan dalam inisiatif penerapan teknologi blockchain di Kawasan asia Tenggara," kata pria yang juga aktif di olahraga sebagai ketua Umum Persatuan Angkat Besi dan Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) itu.

Saat ini data Kadin menyebutkan, sejumlah perusahaan nasional baik berbasis Badan Usaha Milik Negara (BJMN) maupun swasta telah menerapkan teknologi blockchain dalam menjalankan sejumlah unit usahanya.

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasokan, Rico Rustombi mengatakan, ajang GBIS 2019 menjadi penanda kesiapan Indonesia untuk mengimplementasikan teknologi terbaru dalam berbagai sektor ekonomi kepada teknokrat dan investor global. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More