Minggu 04 Agustus 2019, 15:26 WIB

Pertamina Berupaya Hentikan Gelembung Gas di Pantai Karawang

Cikwan Suwandi | Nusantara
Pertamina Berupaya Hentikan Gelembung Gas di Pantai Karawang

Antara
Pekerja Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java memantau sekaligus mengawal warga yang membantu membersihkan tumpahan minyak.

 

PERTAMINA Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) berhasil mempercepat tajak pengeboran Relief Well YYA-1RW. Sebagai upaya menghentikan gelembung gas di Pantai Karawang setelah selama satu minggu melakukan survey untuk menentukan titik sumur dan penempatan rig.

Menurut VP Relations PHE, Ifki Sukarya pengeboran sudah dilakukan sejak Kamis (1/8) tepatnya pada pukul 14.00 WIB atau lebih cepat dua hari dari jadwal yang direncanakan. Hingga Sabtu (3/8) pengeboran sudah mencapai kedalaman 136 meter dan terus dilanjutkan sampai target kedalaman 2765 meter.

"Rig Jack Up Soehanah sudah berada di sekitar lokasi relief well YYA-1RW pada tanggal 27 Juli 2019. Kegiatan mobilisasi rig ini dilakukan bersamaan dengan dilakukannya survey geohazard dan geotechnical, sehingga tidak ada waktu tunggu. Proses pre load bisa langsung dilakukan begitu Marine Survey Waranty diperoleh. Sementara itu beberapa pekerjaan persiapan bisa dilakukan secara simultan sehingga dapat mempercepat waktu tajak dua hari dari rencana awal," ujar Ifki melalui siaran persnya kepada Media Indonesia, Minggu (4/8).

Ifki mengungkapkan PHE ONWJ menggandeng perusahaan berpengalaman di bidang well control yang telah terbukti sukses menangani hal yang sama antara lain peristiwa di Teluk Meksiko. Kendati permasalahan saat ini terjadi di PHE ONWJ dalam skala jauh lebih kecil.

"Selain itu PHE ONWJ juga menggandeng perusahaan lain yang berpengalaman untuk membantu memberikan pandangan dan kajian bersama terkait optimisasi penanganan situasi seperti ini," terangnya.

Selama proses pengeboran, PHE ONWJ terus memastikan keselamatan tim, masyarakat, serta menyelesaikan permasalahan lingkungan di sekitar lokasi. Sementara itu Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang terus melakukan pendataan melalui tim verifikasi kompensasi. Sejumlah data tersebut di antaranya adalah dampak nelayan yang tidak melaut, jaring yang rusak karena terkena minyak mentah. Tambak ikan, udang dan garam yang tercemar.

baca juga: 11 Anak Perempuan Ikuti Ritual Potong Rambut Gimbal

Bukan hanya itu, tim verifikasi juga mendata wilayah pariwisata yang terhenti karena pencemaran. Kemudian juga pendataan tentang terumbu karang dan mangrove yang tercemar.

"Jadi ada Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, BPBD dan Disbudpar yang terlibat," ungkap Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. (OL-3)

Baca Juga

MI/Solmi

Pengedar Ratusan Juta Uang Palsu di Jambi Dibekuk

👤Solmi 🕔Kamis 02 Juli 2020, 18:05 WIB
JAJARAN Kepolisian Resort Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi, membekuk empat pria diduga kawanan pengedar uang...
MI/Ruta Suryana

Cegah Covid-19, Ritual Banyu Pinaruh Bisa Dilakukan di Rumah

👤Ruta Suryana 🕔Kamis 02 Juli 2020, 17:50 WIB
MASYARAKAT Hindu di Kota Denpasar diimbau agar tidak berduyun-duyun ke pantai pada saat hari Banyu Pinaruh (mandi pembersihan diri), untuk...
Dok Polda Lampung

Warga Mesuji Serahkan 137 Pucuk Senpi Rakitan di HUT Polri

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Juli 2020, 17:44 WIB
Hal tersebut merupakan buah dari upaya anggota Polres Mesuji dalam membangun koordinasi dan sinergitas kepada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya