Minggu 04 Agustus 2019, 06:50 WIB

Di Laut, Indonesia Mendunia

Deny Susanto | Nusantara
Di Laut, Indonesia Mendunia

ANTARA FOTO/Fisella Ruaw
Tim Selam Polda Sulsel menjadi peserta penyelaman massal di kawasan pantai Megamas, Manado, Sulawesi Utara.

 

TANTANGAN itu datang pada 2018 lalu. Tri Suswati Tito Karnavian berencana memecahkan tiga rekor dunia aktivitas di bawah air.

Ketua Wanita Selam Indonesia (Wasi) itu pun harus berjibaku setahun terakhir membentangkan aksinya. "Kami bertekad memecahkan rekor itu sebagai upaya memotivasi anak-anak bangsa, bahwa kita semua mampu melakukan yang terbaik bagi negara dan bangsa," ujar istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu.

Tiga torehan rekor diincar. Yang pertama ialah rangkaian penyelam terpanjang yang dipegang tim dari Amerika Serikat dengan 386 penyelam pada 2018, dan bendera terbesar yang pernah dibentangkan di dalam air oleh tim dari Australia dengan ukuran bendera 166,62 meter pada 2017. Sementara itu, yang ketiga ialah rekor tim Wasi yang dicetak pada 2009, di Pantai Malalayang, juga di Manado, dengan jumlah penyelam 2.465 orang.

Bukan jalan lempang yang dihadapi Tri untuk membuat ketiga catatan. Dia harus berlelah. Pemilihan lokasi juga membutuhkan ketelitian dan waktu yang panjang. Akhirnya, Pantai Manado, di kawasan Megamas, Sulawesi Utara, terpilih.

Kamis (1/8), 578 penyelam berhasil mencatatkan rekor dunia untuk rangkaian penyelam terpanjang di bawah air. Rekor Largest Human Chain Underwater di Amerika pun lewat.

Kemarin, sebanyak 3.131 penyelam bersiap untuk rekor Most People Scuba Diving, dan bendera dengan besar 1.014 meter persegi akan dikibarkan di bawah air. Kapolri Jenderal Tito Karnavian memimpin upacara di bawah air. Dia juga ikut menyelam bersama sejumlah jenderal polisi lain.

"Semoga dengan pemecahan rekor ini, nama Indonesia, Manado dan Bunaken akan mendunia. Kegiatan ini akan mendongkrak pariwisata dan investasi di Indonesia," harap Tito.

Dua rekor kembali dilewati. "Ini hadiah yang bisa kami persembahkan untuk Hari Ulang Tahun Indonesia. Semoga semangat ini tidak selesai di Manado saja, tapi terus memotivasi kita semua untuk berbuat yang terbaik bagi negara dan bangsa," ungkap Tri, yang mengaku sempat mengalami fobia berenang di laut. 

Dalam mendukung kegiatan ini, juru bicara PT Pertamina Fajriyah Usman mengaku perusahaannya hadir karena berkomitmen untuk turut menjaga kelestarian biota bawah laut. "Kami juga mendukung promosi wisata maritim." (Zuq/Aiw/DY/Opn/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More