Minggu 04 Agustus 2019, 06:10 WIB

Pelajar Indonesia Dapat Penghargaan Google Science Fair 2019

mediaindonesia | Humaniora
 Pelajar Indonesia Dapat Penghargaan Google Science Fair 2019

ilustrasi
CELESTINE Wenardy, pelajar, 16, asal Indonesia menjadi 1 dari 5 penerima penghargaan di ajang internasional Google Science Fair 2019.

 

CELESTINE Wenardy, pelajar, 16, asal Indonesia menjadi 1 dari 5 penerima penghargaan di ajang internasional Google Science Fair 2019.

Proyek alat glukometer noninvasif yang dikembangkannya membawa Celestine sebagai penerima Virgin Galactic Pioneer Award, dan berhak mendapatkan beasiswa pendidikan sebesar US$15 ribu, mengunjungi kantor pusat Virgin Galactic, dan berkesempatan bertemu mentor teknik dari Virgin Galactic selama satu tahun.

Metode interferometri dan teknologi termal yang digunakan dalam alat glukometer gagasan Celestine ini dapat mengukur konsentrasi kadar gula dalam darah tanpa harus melakukan pengambilan sampel darah.

Hal ini menjadi penting karena menyadari fakta bahwa tidak sedikit masyarakat Indonesia, khususnya di pedalaman, yang masih segan dengan jarum suntik.

Glukometer ini bisa dibilang sangat akurat, mencapai koefisien determinasi 0,843 dengan harga sekitar US$63, lebih murah jika dibandingkan dengan glukometer invasif yang tersedia di pasar yang dapat mencapai US$1.000.

Harapannya, alat ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat luas dalam mencegah atau mengobati penyakit yang dapat dideteksi melalui darah sekaligus dapat menjawab beberapa kendala isu diabetes yang ada di Indonesia karena harganya yang lebih murah serta mudah digunakan.

Jika dapat dikembangkan dengan baik, alat glukometer ini diharapkan dapat menurunkan angka diabetes (berdasarkan data International Diabetes Federation 2017 mencapai 10 juta kasus), serta memangkas kerugian akibat diabetes (data Jaminan Kesehatan Nasional) meningkat menjadi 322.820 kasus dengan pembiayaan Rp1,877 triliun pada 2017).

Inisiatif Celestine untuk mengembangkan alat ini berangkat dari keprihatinannya dalam melihat sekelumit masalah kesehatan di Tanah Air. Menurutnya, biaya kesehatan di Indonesia, khususnya untuk penyakit diabetes, belum cukup terjangkau untuk semua kalangan. (Teknologi)

Baca Juga

. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Pemerintah Akan Awasi Suhu Tubuh Masyarakat di Tempat Umum

👤Kautsar Bobi 🕔Kamis 28 Mei 2020, 05:38 WIB
Juru bicara pemerintah pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan petugas akan memantau suhu tubuh...
Dok. PRIBADI

Mengangkat Derajat Barang Bekas

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 28 Mei 2020, 05:15 WIB
Berawal dari kegeramannya melihat penggunaan kantong plastik sekali pakai yang sulit diurai, perempuan ini menciptakan jaring katun yang...
DOK PRIBADI

Terinspirasi dan Termotivasi Anak

👤Bus/M-4 🕔Kamis 28 Mei 2020, 05:00 WIB
Menurut Jessica, kebetulan buku  yang ia bacakan kepada anaknya tentang penurunan air...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya