Sabtu 03 Agustus 2019, 09:00 WIB

KIK belum Menemukan Titik Temu Pimpinan MPR

Putri Rosmalia | Politik dan Hukum
KIK belum Menemukan Titik Temu Pimpinan MPR

MI/ADAM DWI
Ketua Fraksi PPP MPR RI Arwani Thomafi (kanan) bersama pakar politik dan Direktur Eksekutif CSIS Phillips Josario Vermonte

 

KOALISI Indonesia Kerja (KIK) terus melakukan musyawarah untuk menentukan paket pimpinan MPR. Diskusi dengan seluruh partai KIK terus dilakukan dengan juga menyiapkan kader terbaik sebagai pimpinan MPR.

"Kita sudah bersepakat akan didiskusikan lebih matang, lebih detail lagi terus-menerus didiskusikan sampai tuntas pada 1 Oktober," ujar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Pernyataan Cak Imin ini sekaligus mematahkan argumen Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Meutya Hafid dan Wasekjen Golkar Dave Akbarshah Fikarno yang menyatakan jatah Ketua MPR milik Golkar.

"Sepakat untuk bicara bersama-sama, tapi belum sepakat untuk formula struktur. Belum ada keputusan sampai ke sana (Golkar ketua), pokoknya kebersamaan terjaga," ujar Cak Imin.

Cak Imin juga mengakui sampai saat ini KIK belum menemukan formula terbaik untuk paket pimpinan MPR. Setiap partai telah menyampaikan kemauannya terkait paket pimpinan MPR, tetapi belum ada kesepakatan.

"Nanti kita lihat figur ketua yang paling pas, saya sih silakan saja kalau ada yang lebih baik daripada saya, saya tidak ada masalah tapi kalau lebih baik saya kenapa bukan saya kan kira-kira gitu.''

Sekjen NasDem Johnny G Plate mengatakan musyawarah KIK dapat berjalan tanpa adanya pertemuan resmi seperti yang ditunggu publik. Diskusi antarparpol KIK terus berjalan dalam berbagai kesempatan. "Tidak harus diartikan musyawarah itu dengan ada pertemuan resmi terjadwal, kita terus diskusi dan musyawarah di KIK," ujar Johnny.

Ia mengatakan saat ini setiap partai telah menyiapkan kader-kader terbaik.

Nantinya tinggal disepakati siapa di antara kader-kader partai tersebut yang dapat maju sebagai ketua atau wakil ketua MPR. Begitu juga dengan unsur DPD, pendekatan terus dilakukan dengan beberapa sosok di DPD.

Ia membantah bahwa penentuan paket baru akan ditetapkan selepas PDIP selesai melakukan rakernas. Koordinasi di KIK untuk paket pimpinan MPR tidak hanya bertumpu pada PDIP, tetapi semua partai di koalisi.

Klaim Golkar

Sebelumnya Ketua Bappilu Golkar Meutya Hafid menyatakan partai di Koalisi Indonesia Kerja telah menyepakati kursi Ketua MPR untuk partai berlambang pohon beringin itu. Ia pun optimistis hal itu akan terwujud.

"Betul (partai-partai sepakat memberikan kursi Ketua MPR kepada Golkar). Insyaallah, bismillah, Ketua MPR untuk Golkar," kata Meutya.

Menurut dia, partai-partai KIK saling menghormati. Selain itu, Meutya mengatakan Golkar pantas mendapatkan kursi itu karena berhasil menjadi peringkat kedua dalam raihan kursi di Pileg 2019.

"Kan pembicaraan meski informal telah berjalan. Prinsipnya di koalisi juga saling menghormati. Ada semangat yang sama bahwa kursi ketua MPR untuk koalisi. Insya Allah peringkat kedua kan Golkar," ucapnya.

Dave Akbarshah Fikarno juga mengamini pernyataan Meutya. Ia menyebut seluruh partai koalisi pengusung Jokowi telah membuat semacam perjanjian informal atau gentlemen's agreement terkait kursi Ketua MPR.

"Dari awal kan deal-nya begitu. Ya, sepatutnya Golkar lah," kata Dave. (P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More