Sabtu 03 Agustus 2019, 08:30 WIB

Puan dan Prananda Berpotensi Ketua Harian

Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum
Puan dan Prananda Berpotensi Ketua Harian

PDIP/L-1
Kongres V PDIP

 

BEBERAPA hari menjelang Kongres V PDI Perjuangan di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, pada 8-10 Agustus 2019, menguat isu munculnya posisi ketua harian di bawah langsung ketua umum partai bergambar banteng moncong putih tersebut.

Dua anak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang digadang-gadang potensial mengisi kursi ketua harian ialah Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Peneliti Senior Center for Strategic and International Studies (CSIS) J Kristiadi menilai dimunculkannya kursi ketua harian merupakan opsi yang baik.

"Ada ketua harian yang lebih mengeksekusi, yang kemudian bisa tetap di-backup seseorang yang karismatik atau bisa memimpin partai," ujarnya saat ditemui dalam sebuah diskusi di Sekretariat PARA Syndicate, Jakarta Selatan, kemarin.

Perihal nama Puan Maharani dan Prananda Prabowo, Kristiadi menilai hal itu sejalan bila partai masih perlu untuk melanggengkan karisma Bung Karno. Meski demikian, walaupun kedua sosok itu bisa mewarisi karisma legenda Proklamator RI itu, Kristiadi menyarankan mereka harus pula dibekali dengan kemampuan manajerial berorganisasi yang andal.

"Saya kira dua orang ini bisa dibentuk, mulai diisi dari keterampilan manajerial yang lebih praktis bagaimana memimpin sebuah partai yang demokratis," ungkap Kristiadi.

Gantikan Megawati

Di tempat yang sama, Ketua DPP PDIP Aria Bima mengungkapkan Puan Maharani dan Prananda Prabowo dipersiapkan untuk menggantikan posisi Megawati sebagai pemimpin puncak partai.

"Kepemimpinan level pusat yang pasti antara Mas Prananda dan Mbak Puan yang akan ditugaskan Ibu Mega, dan itu semua kader di lapis dua tidak akan ada konstraksi karena kami percaya Mas Nanan (Prananda) dan Mbak Puan akan bisa bersinergi menjadikan satu," ujar Aria.

Dia menilai regenerasi kepemimpinan partai untuk diisi dua nama tersebut baru akan lebih dimungkinkan di periode 2024-2029.

Meski begitu, lanjut Aria, dua anak muda itu perlu juga dibekali kemampuan manajerial berorganisasi.

"Organisasi yang modern, partisipatif, dan aspiratif, yang didukung kepemimpinan yang karismatik itu idaman organisasi PDIP ke depan dengan tidak kehilangan roh ideologis," ungkapnya.

Di sisi lain, soal pengadaan kursi ketua harian atau wakil ketua umum baru, kata Aria, akan dipastikan di kongres.

PDIP akan menutup rangkaian kongres bertema Solid bergerak untuk Indonesia Raya dengan perayaan Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus, atau sehari setelah penutupan kongres.

Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, kongres akan dimulai pada 8 Agustus dengan dihadiri puluhan ribu kader partai tersebut serta tamu undangan.

"Karena kongres akan ditutup pada 10 Agustus dan 11 Agustus bertepatan Idul Adha, kami akan menutup seluruh rangkaian kongres dengan mengucapkan syukur bersama-sama, mempersembahkan hewan kurban dan akan dilaksanakan salat Idul Adha di Bali," jelas Hasto dalam keterangan resminya di Jakarta, kemarin.

Sejumlah tokoh nasional hingga menteri di era pemerintahan Megawati, termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, disebut bakal menghadiri kongres tersebut.

Sebelumnya, Hasto mengatakan perhelatan akbar itu diperkirakan bakal mengukuhkan kembali Megawati Soekarno-putri sebagai ketua umum partai periode mendatang. Alasannya, kata dia, peserta di Rakernas IV PDIP dan aspirasi dari tingkat bawah telah memohon Megawati agar berkenan kembali memimpin partai. (Ins/PO/X-4)

Baca Juga

ANTARA/RENO ESNIR

Jaksa Pilih tak Hadirkan Sekjen PDIP di Sidang Suap KPU

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:20 WIB
Bukan berarti JPU KPK sudah menyimpulkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tidak ada kaitannya dengan terdakwa Wahyu...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Kronologi Penangkapan Pembobol BNI Maria Pauline Lumowa

👤Sumantri 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:17 WIB
Pemerintah sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa...
Ilustrasi

Kasus Rektor UNJ Disetop, KPK: Kami Hargai Penyelidikan Kepolisia

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 09 Juli 2020, 15:09 WIB
KPK hargai penyelidikan yang dilakukan Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan gratifikasi THR yang diduga melibatkan Rektor Universitas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya