Jumat 02 Agustus 2019, 23:19 WIB

Data Sementara BNPB: 15 Rumah di Jabar Rusak

Indriyani Astuti | Nusantara
Data Sementara BNPB: 15 Rumah di Jabar Rusak

Antara/Aprillio Akbar
Plh Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo

 

SEBANYAK 7 rumah rusak berat, 3 rusak sedang dan 5 lainnya rusak ringan akibat gempa Banten yang bermagnitudo 6,9 (sebelumnya dirilis 7,4). Kerusakan terparah ada di Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat, Jawa Barat. Data sementara hinga pukul 22.10 tersebut dihimpun Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

"Data rumah rusak berat teridentifikasi di wilayah Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat," ujar Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (2/8).

Kerusakan rumah sebanyak 5 unit terjadi di Desa Neglasari dan 1 unit di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.  Rumah rusak berat lain tercatat 1 unit di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat.

Selain itu kerusakan bangunan juga terjadi di Kecamatan Cipatat dan Cililin dan satu rumah rusak ringan di Desa Cirawa Mekar Kecamatan Cipatat, sedangkan empat lainnya di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Sementara itu, dua unit rumah mengalami rusak ringan dan rusak sedang di Kabupaten Sukabumi persisnya di 1 rumah di Desa Jayabakti Kecamatan Cidahu dan 1 lagi di Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, Jawa Barat.

"Kerusakan juga terjadi pada bangunan Majelis Ta’lim di Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, dengan kategori rusak ringan," terang Agus.

Di Kota Bogor, imbuhnya, BPBD setempat turut melaporkan 1 unit rumah yang mengalami retak-retak akibat gempa. Gempa disarakan tidak hanya di pulau Jawa. Goncangan juga terasa di Provinsi Lampung. Berdasarkan pantauan Pusdalops, terdapat 1.000 warga di sana yang mengungsi di halaman Kantor Gubernur Provinsi Lampung.

"Sejumlah 50 lainnya di Kabupaten Lampung Selatan mengungsi di EX Hotel Lima Enam," terang Agus.

Ia menambahkan, gempa bumi dirasakan dengan durasi berbeda di beberapa wilayah. Warga di Kabupaten Pandeglang merasakan getaran 5 – 10 detik. Warga panik dan keluar rumah; sebagian mereka mengungsi ke dataran yang tinggi.

Kemudian, warga di Kabupaten Lampung Selatan merasakan gempa 1 – 5 detik. Mereka juga panik tetapi tetap waspada. Sedangkan warga Sukabumi merasakan getaran lebih lama yaitu 15 – 20 detik. Masyarakat terpantau panik dan keluar rumah. Demikian juga dengan warga Kabupaten Cianjur yang juga merasakan getaran sekitar 20 detik. Durasi pendek dirasakan warga Kabupaten Bandung dan Bandung Barat dengan waktu 5 – 7 detik, sedangkan Kota Bogor 15 – 25 detik.

Sementara itu, Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa peringatan dini tsunami yang disebabkan gempa berakhir pada pukul 21.35 WIB. Gempa magnitudo 6.9 ini terjadi pada pukul 19.03 yang berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten. (OL-8)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

Menendang Ojol, Seorang Pria Digeruduk dan Dibawa ke Polisi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 06 Juli 2020, 15:26 WIB
Para ojol yang datang ke rumah pria yang menendang ojol itu tidak melakukan aksi...
Antara

Kasus Covid-19 di Jatim, Epidemiolog: Banyak Orang Tanpa Gejala

👤 Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 06 Juli 2020, 14:46 WIB
Otoritas setempat harus mengupayakan penambahan ruang isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19, sebab masih banyak ditemukan kasus positif...
MI/Reza Sunarya

300 ASN di Purwakarta Jalani Swab Test

👤Reza Sunarya 🕔Senin 06 Juli 2020, 14:15 WIB
Pemkab Purwakarta Jawa Barat dan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, melakukan swab test terhadap ratusan ASN di  Dinas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya