Sabtu 03 Agustus 2019, 00:15 WIB

Bangkok Diguncang Bom saat KTT ASEAN

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Bangkok Diguncang Bom saat KTT ASEAN

Lillian SUWANRUMPHA / AFP
Polisi setempat memeriksa bekas ledakan bom di Bangkok.

 

BEBERAPA ledakan bom berskala kecil mengguncang wilayah Bangkok, Thailand, pada Jumat (2/8). Padahal wilayah ibu kota menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi (KTT) regional yang turut dihadiri Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS).

Insiden itu menyebabkan empat orang terluka, tapi dilaporkan tidak mengganggu pelaksanaan acara diplomatik. Thailand, negara dengan sejarah kekerasan politik yang suram, mengalami perpecahan setelah pemilihan umum (pemilu) kontroversial pada Maret lalu. Hasil pemilu kembali mengantarkan junta militer sebagai pemimpin pemerintah sipil.

Perdana Menteri (PM) Thailand, Prayut Chan-O-Cha, yang memimpin junta militer, menduga teror bom bertujuan memicu aksi kekerasan yang menghancurkan perdamai-an dan citra negara. Apalagi para diplomat ASEAN dan AS, berikut perwakilan Tiongkok, tengah berkumpul di ibu kota.

Perangkat kecil yang disebut 'bom pingpong' karena berukuran bola tenis meja diketahui meledak di beberapa lokasi ibu kota. Namun, tidak ada ledakan yang dekat dengan lokasi penyelenggaraan KTT.

Lebih lanjut, Prayut meminta warga Thailand agar tidak panik sebab keamanan di seluruh wilayah ibu kota telah diperketat. Insiden ledakan tampaknya merupakan serangan simbolis yang bertujuan merusak citra pemerintah Thailand di tengah perhelatan KTT, mengingat ledakan bom relatif kecil serta tidak dirancang menyebabkan korban massal.

"Tiga orang mengalami luka ringan akibat pecahan bom. Saya mendapat laporan bahwa bom pingpong disembunyikan di semak-semak sekitar tepi jalan," ujar Renu Suesattaya, Direktur Distrik Suan-luang, yang dilaporkan sebagai lokasi bom pertama.

Layanan darurat menyatakan empat orang dirawat di rumah sakit. Pihak kepolisian mengungkapkan dua ledakan susulan menghancurkan kaca gedung pencakar langit di pusat kota.

Sejumlah ahli penjinak bom dikerahkan di sekitar Menara Mahanakorn milik Grup King Power, yang memiliki saham di klub sepak bola Leicester City.

Kelompok antimiliter

Ledakan bom terjadi tepat sebelum diplomat utama AS, Mike Pompeo, membacakan pidato kunci. Dalam pidatonya, dia memuji Thailand karena kembali ke jalur demokrasi setelah lima tahun kekuasaan junta militer. Pemerintah Thailand mendesak media untuk tidak menyebarkan spekulasi terkait dengan pengeboman.

"Sejauh ini kami belum mengetahui berapa banyak pelaku yang terlibat," jelas Wakil PM Thailand, Prawit Wongsuwon, kepada wartawan.

Peristiwa ledakan muncul bebe-rapa pekan setelah pemimpin junta, Prayut Chan-O-Cha, dilantik sebagai PM Thailand. Kemenangannya memicu protes di tengah pendukung prodemokrasi yang diusung divisi kerajaan. Manuver junta militer kembali ke kursi kekuasaan turut dibantu Senat Thailand yang mencakup loyalis militer.

Penyelenggaraan KTT ASEAN pada 2009 juga dibayangi kerusuh-an. Para demonstran 'Red Shirt' menguasai ruas jalan utama menuju lokasi pertemuan puncak di Pattaya. Kekacauan pun terjadi, sejumlah pemimpin harus diselamatkan dari atap hotel dengan helikopter militer. Adapun yang lainnya melarikan diri dengan perahu. Thailand juga menghadapi pemberontakan di wilayah selatan, yang terkadang menyebar ke luar area konflik. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More