Jumat 02 Agustus 2019, 20:19 WIB

TMMD Tingkatkan Konektivitas dan Kesejahteraan di Bukit Sejahtera

Haufan Hasyim Salengke | Politik dan Hukum
TMMD Tingkatkan Konektivitas dan Kesejahteraan di Bukit Sejahtera

MI/Haufan Hasyim Salengke
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Desa Bukit Sejahtera SP3, Batang Hari Leko, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

 

KEHADIRAN program Tentara Nasional Indonesia (TNI) di daerah-daerah terpencil di berbagai penjuru Tanah Air melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal.

Salah satu daerah yang mendapatkan dampak positif TMMD yang telah memasuki yang ke-105 adalah Desa Bukit Sejahtera SP3, Batang Hari Leko, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Lewat sentuhan Kodim 0401/Muba berhasil memperbagus wajah desa, memberdayakan potensi lokal, menjembatani cita-cita murid sekolah, dan menggeliatkan ekonomi masyarakat.

Butuh dua jam perjalanan darat dari pusat pemerintahan Muba ke Desa Bukit Sejahtera. Pantauan Media Indonesia, Kamis (1/8), akses masuk ke desa yang bertetangga dengan Desa Bukit Selabu masih berupa jalan tanah, berdebu saat kemarau dan berlumpur pada musim hujan. Jalan beraspal cukup bagus dan lebar hanya sampai di Desa Talang Lebah, sekitar 25 menit ke titik kegiatan TMMD.

Masalah utama yang dihadapi masyarakat selama ini adalah berkait jaringan jalan desa yang belum terkoneksi dengan baik, menyulitkan masyarakat dalam mengangkut hasil kebun sawit, karet, dan buah mereka. Tidak ada sinyal telepon seluler, listrik tidak selalu menyala 24 jam, dan air yanh dikonsumsi masyarakat saban hari payau yang berasa asin.

Beban masyarakat tersebut kini sedikit terangkat. Tak butuh waktu lama, satu persatu buah karya manunggalnya prajurit TNI bersama rakyat dalam TMMD di Desa Bukit Sejahtera, sudah mewujud dan dampak positifnya dirasakan masyarakat.

Komandan Kodim 0401/Muba dan Komandan Satuan Tugas (Satgas) V TMMD, Letkol Arm Muh Saifudin Khoiruzzamani, yang terjun langsung meninjau perkembangan lokasi sasaran, mengatakan hasil program sesuai dengan target, bahkan di beberapa sektor ada yang melebihi ekspektasi.

"Program TMMD di Muba kita ditujukan untuk daerah yang terisolir, terpencil, dan kurang sejahtera sehingga kita harapkan kesejahteraan masyarakat meningkat," ujar Saifudin di sela-sela kegiatan peninjauan.

Ia mengungkapkan, pembuatan jalan baru dan pembentukan badan jalan secara kuantitas sudah rampung 100%. Pihak mereka bersama masyarakat serta didukung personel Polri dan pemerintah Muba berhasil membuka jalan sepanjang 13 km dan melakukan pembentukan badan jalan sepanjang 5,5 km.

Sasaran lain yang dieksekusi yakni pengerasan jalan sepanjang 1,5 km di tiga lokasi, pembuatan gorong-gorong di empat titik, pembangunan tembok penahan sepanjang 24 meter, dan melakukan rehab berat jembatan berkondisi miring dan plat lantainya sudah rusak. Jembatan itu sangat vital karena menghubungkan permukiman ke ratusan hektare kebun sawit milik warga.

"Kita sangat-sangat terbantu dengan adanya TMMD membuat jembatan layak dilalui. Pernah ada motor yang terperosok ke lubang yang mengaga di tengah jembatan," kenang Andri, 45, warga yang giat mengikuti TMMD ketika ditemui di lokasi.

Harapannya, dengan mengikuti program TMMD membuat desanya maju dan perekonomian keluarga meningkat atau asap dapur keluarga bisa terus mengepul. "Jangankan jembatan untuk fasilitas jalan saja kita selama ini sulit. Jadi kami sangat berterima kasih kepada TNI," imbuhnya.

Syaifudin menambahkan, selain sasaran fisik yang masuk perencanaan tadi, Tim Satgas V mengerjakan sasaran fisik tambahan berupa rehab berat Musala Al-Hamiid, bedah rumah warga tidak layak huni, pengerjan jalan masuk desa, perbaikan jalan dan jembatan yang sudah tidak layak, serta perbaikan fasilitas olahraga warga.

Sementara itu, pihak mereka juga menjalankan kegiatan dengan sasaran nonfisik. Di antaranya pengobatan gratis, Keluarga Berencana (KB), acara sunatan massal, donor darah, penyuluhan untuk pemberdayaan petani, sosialisasi antiradikalisme dan terorisme, dan penyuluhan narkoba. Untuk meningkatkan kecintaan Tanah Air masyarakat ditayangkan film-film perjuangan untuk masyarakat di malam hari.

Ke depannya, melalui kegitan TMMD timbul rencana-rencana baru dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat seperti perpipaan air bersih untuk masyarakat dan pembukaan jaringan persinyalan. Otoritas penentu kebijakan pun bisa semakin tahu kondisi daerah. Menurutnya, apa yang telah dilakukan Satgas tidak akan brhenti setelah TMMD resmi berakhir pada 11 Agustus mendatang.

"Harapan saya ke depan khusunya di desa ini apa yang kita bangun bersama pemerintah dan masyarakat dijaga dan betul-betul dipergunakan sesuai dengan tujuan kita membangunnya," tandas Syaifudin.

Dukungan dan Inovasi

Sebelumnya, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, TMMD merupakan program menuggalnya TNI dan rakyat. Kegiatan ini disebut semakin menyempurnakan program pembangunan yang dijalankan pemerintah Muba dalam misi membangun desa.

"Muba ini daerahnya sangat luas dan desanya terpencar-pencar. Kita cukup kesulitan membangun jalan penghubung antardesa. Nah, salah satu solusi untuk memberdayakan desa di tingkat lokal terutama desa-desa terpelosok dan terpencil kita buat TMMD," ujarnya.

TMMD, kata dia, turut memberikan pekerjaan kepada masyarakat selain mengangkat potensi ekonomi lokal melalui kegiatan padat karya. Diharapkan peran serta warga dalam bergotong-royong semakin menumbuhkan rasa memiliki mereka terhadap fasilitas umum desa.

Dodi menekanjan, pemerintah Muba berkomitmen dan mendukung setiap kegiatan TMMD, salah satunya lewat penganggaran di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Alhamdulilah dari tahun ke tahun angggarannya meningkat. TMMD yang lalu di Desa Purwosari Lais anggarannya kurang lebih Rp1,4 miliar dan sekarang (Desa Bukit Sejahtera) luasan pekerjaan fisiknya cukup besar maka anggarannya kita naikkan menjadi Rp2,45 miliar," terangnya. "Jika sekarang tertinggi di jajaran wilayah Kodam II, nanti bisa saja tertinggi di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Dodi menekankan, ada dua hal baru yang bisa dikerjakan bersama-sama antara pemerintah Muba dan TNI lewat TMMD. Pertama, mengakselerasika pembangunan di daerah-daerah terpelosok yang ditetapkan sebagai kawasan larangan oleh pemerintah pusat. Kedua, meningkat kesejahteraan warga melalui penggunaan aspal karet untuk penanganan jaringan jalan.

"Itu langsung menyentuh ekonomi masyarakat," tandas Dodi.

Menurutnya, sentra karet terbesar Indonesia ada di Sumatera Selatan, dan Muba salah satu yang utama. Hampir 90% kabun karet di kabupaten ini milik rakyat sehingga ketika harga karet anjlok dampaknya membuat petani terpuruk.

Sejak diterapkan pada Oktober 2018, pembangunan infrastruktur jalan aspal bercampur karet di Kabupaten Musi Banyuasin terus menuai apresiasi dan pengakuan positif dari berbagai pihak. Presiden RI Joko Widodo bahkan menyebutkan pembangunan jalan aspal campur karet di Muba merupakan salah satu upaya dan jalan keluar untuk mendongkrak harga karet di tingkat petani.

Inovasi yang diinisiasi oleh Dodi diganjar penghargaan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Basuki Hadimuljono. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More