Jumat 02 Agustus 2019, 18:00 WIB

KKI Minta Kualitas Layanan Konsumen Lebih Ditingkatkan

Dero Iqbal Mahendra | Ekonomi
KKI Minta Kualitas Layanan Konsumen Lebih Ditingkatkan

MI/Panca Syurkani
Praktisi Hukum Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David M.L. Tobing

 

PRAKTISI Hukum Perlindungan Konsumen sekaligus Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David M.L. Tobing, mengimbau agar investor di transportasi darat urban untuk lebih mengarahkan investasinya bagi peningkatan kualitas layanan terhadap konsumen daripada untuk melakukan promo jor-joran.

Hal tersebut merujuk kepada temuan KKI dalam hasil survei yang dilakukan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) bertajuk “Preferensi Konsumen terhadap layanan Moda Transportasi Darat Urban di Indonesia”.

Baca juga: Darmin Prediksi GDP Kuartal II Tumbuh di Angka 5,1 Persen

“Regulator harus memantau investor yang membakar uang untuk promo yang tujuannya untuk merebut pasar. Karena ini dapat mengarah pada persaingan yang tidak sehat. Lagi pula konsumen sekarang sudah cerdas. Mereka tidak tergiur promo tarif murah saja, tapi lebih memilih layanan mana yang aman dan nyaman bagi mereka,” jelas David, Jumat (2/8).

Survei tersebut dilakukan selama kurun waktu Februari-April 2019 dengan melibatkan 625 responden yang berada di 15 Kabupaten/Kota di 6 Provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Bali, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan menggunakan teknik random sampling.

Dalam hasil survei tersebut, terdapat empat moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat urban, yaitu ojek online atau Ojol, taksi online atau Taksol, Bus Trans dan KRL. Namun dari keempatnya, preferensi konsumen yang memilih layanan yang ditawarkan aplikator karya anak bangsa, Gojek, yaitu mencapai 36% dari total responden.

Mantan Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional menjelaskan preferensi konsumen untuk memilih layanan Gojek dikarenakan keamanan dan kenyamanan yang diberikan selama mereka menikmati layanan yang disediakan aplikasi karya anak bangsa tersebut.

Survei tersebut juga menunjukkan layanan Go-Ride dari Go-Jek dinilai lebih aman (56%), lebih diandalkan (55%), lebih ramah (53%) serta lebih nyaman dan bersih (53%). Sementara itu, survei mencatat preferensi konsumen untuk memilih layanan Grab, yang aplikator asal Malaysia yang juga kompetitor Gojek di industri ride hailing ini, tercatat lebih tinggi pada aspek keterjangkauan tarif (lebih murah), yakni mencapai 53%, dibandingkan Go Jek yang mencatat angka 47%.

Baca juga: Kuota FLPP akan Ditambah Menjadi 100 Ribu

Sedangkan, KRL dan bus trans dipilih responden dikarenakan kemampuannya dalam memenuhi aspek keselamatan dan keamanan konsumen selain juga dapat diandalkan untuk ketepatan waktu layanannya.

Di sisi lain pengguna taksi online, Go Jek memiliki tingkat preferensi konsumen lebih tinggi pada semua aspek, yaitu pada aspek keterjangkauan tarif (54%), aspek keamanan (59%), kehandalan layanan (60%), keramahan (57%), dan kenyamanan serta kebersihan (59%).  (OL-6)

Baca Juga

Antara/Moch Asim

Perpres Baru Kartu Prakerja Dinilai Lahirkan Kerancuan Baru

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:32 WIB
Itu terkait dengan pasal 31A yang menyebutkan pemilihan mitra program Kartu Prakerja bukan merupakan bagian dari pengadaan barang dan jasa...
Dok. Petrokimia gresik

Dorong Ketahanan Pangan, Petrokimia Gresik Gencarkan Inovasi

👤M. Iqbal Al Macchmudi 🕔Jumat 10 Juli 2020, 21:17 WIB
Indonesia harus memperkuat sektor pertanian domestik sebagai penopang utama ketahanan pangan nasional dan terhindar dari krisis...
MI/Andri Widiyanto

Cegah Kasus Indosurya Terulang, Pengawasan Koperasi Diperketat

👤Antara 🕔Jumat 10 Juli 2020, 20:30 WIB
PEMERINTAH akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas bisnis koperasi untuk mencegah terulangnya kasus gagal bayar Koperasi Simpan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya