Jumat 02 Agustus 2019, 13:00 WIB

Mobil Canggih Rentan Diretas

Basuki Eka Purnama | Otomotif
Mobil Canggih Rentan Diretas

AFP/Mark RALSTON
Perwakilan Consumer Watchdog merilis laporan mengenai kerentanan mobil yang tersambung internet.

KELOMPOK konsumen memperingatkan bahwa produsen mobil menggelontorkan produk baru yang rentan diretas sehingga bisa menyebabkan ribuan orang tewas jika ada serangan siber.

Dalam sebuah laporan terbaru berjudul 'Kill Switch: Why Connected Cars Can Be Killing Machines and How to Turn Them Off', Consumer Watchdog mengatakan mobil yang terhubung dengan internet semakin banyak namun bisa menjadi ancaman nasional.

"Masalah yang mengkhawatirkan bagi industri teknologi adalah sistem keamanan mobil-mobil itu terhubungan internet namun tanpa keamanan yang memadai dan tidak ada cara memutuskan hubungan itu saat ada peretasan massal," ungkap laporan itu.

Laporan itu juga menyebut eksekutif industri otomotif menyadari risiko itu namun tetap menggunakan teknologi itu di mobil baru mereka karena memilih mendapatkan profit tanpa memperhitungkan keamanannya.

Baca juga: GIIAS 2019 Naikkan Pemesanan Mobil

Laporan itu disusun berdasarkan penelitian selama 5 bulan dengan bantuan 20 orang whistleblower dari industri otomotif.

Sekelompok pakar dari indusrti otomotif memperkirakan peretasan di jam sibuk bisa menyebabkan sekitar 3 ribu orang tewas.

"Anda bisa mengendalikan segala macam hal di mobil Anda menggunakan ponsel mulai dari menyalakan mesin, menyalakan AC, dan memeriksa lokasinya," ujar seorang whistleblower. "Jika Anda bisa melakukannya dengan ponsel, mengapa orang lain tidak bisa melakukannya lewat internet."

Laporan itu merekomendasikan adanya tombol pemutus di setiap kendaraan yang terhubung dengan internet sebagai sistem keamanan andaikata ada upaya peretasan. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More