Jumat 02 Agustus 2019, 04:40 WIB

Intelijen AS Klaim Putra Osama Telah Tewas

mediaindonesia | Internasional
 Intelijen AS Klaim Putra Osama Telah Tewas

AFP AL-JAZEERA
File foto ini diambil pada 7 November 2001 menunjukkan Hamza, yang tampaknya menjadi putra bungsu tersangka teror utama Saudi Osama bin Lade

 

INTELIJEN AS menyatakan telah menerima informasi bahwa putra pendiri Al-Qaeda Osama bin Laden, Hamza, telah meninggal.

Jaringan televisi NBC pada Rabu (31/7) mengatakan, tiga pejabat AS telah mengonfirmasi bahwa mereka memiliki informasi tentang kematian Hamza bin Laden. Namun, mereka tidak memberikan rincian tanggal atau tempat. Saat ditanyai wartawan perihal ini, Presiden Donald Trump tidak mengonfirmasi ataupun menolak laporan tersebut. "Aku tidak mau berkomentar tentang itu," kata Trump.

Pada Februari, pemerintah AS mengatakan akan memberikan hadiah $1 juta pada siapa saja yang dapat menangkap Hamza bin Laden, hidup atau mati. AS menjuluki pria itu 'putra mahkota' yang sedang muncul sebagai pemimpin dalam gerakan Al-Qaeda.

Sebelumnya Hamza telah mengeluarkan pesan audio dan video yang menyerukan serangan ke Amerika Serikat dan negara-negara lain, terutama untuk membalas pembunuhan ayahnya oleh pasukan AS di Pakistan pada Mei 2011.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, dokumen yang disita dalam penggerebekan di rumah ayahnya di Abbottabad menunjukkan Hamza sedang dipersiapkan sebagai ahli waris kepemimpinan Al-Qaeda.

Pasukan AS juga menemukan video pernikahan Hamza, yang diperkirakan berusia 30 tahun, dengan putri pejabat senior Al-Qaeda lain yang diyakini telah terjadi di Iran.

Keberadaan Hamza bin Laden tidak pernah ditunjukkan. Dia diyakini berada di bawah tahanan rumah di Iran. Laporan lain menunjukkan dia juga mungkin telah tinggal di Afghanistan, Pakistan, dan Suriah.

Sebagai kelompok di balik serangan mematikan 11 September 2001 di Amerika Serikat, keunggulan Al-Qaeda sebagai kelompok radikal telah memudar selama dekade terakhir di bawah bayang-bayang kelompok ISIS. Namun, cabang-cabang dan kelompok-kelompok serupa di Afghanistan, Yaman, Suriah, dan di tempat lain telah menampakkan potensi berkelanjutan. (AFP/*)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More