Kamis 01 Agustus 2019, 17:15 WIB

Gara-Gara Rencana Impor Rektor, Menristekdikti Dirundung

Antara | Humaniora
Gara-Gara Rencana Impor Rektor, Menristekdikti Dirundung

MI/MOHAMAD IRFAN
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir

 

MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengaku dirundung selama beberapa pekan terakhir ini menyusul rencana pemerintah yang akan mendatangkan rektor asing.    

"Saya hanya berpikir bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk kelas dunia, itu saja," kata Nasir saat menghadiri pengambilan sumpah dokter baru Universitas Diponegoro Semarang, Kamis (1/8).    

Menurut dia, jika ingin perguruan tinggi maju maka kita harus berkolaborasi.    

"Tanpa kerja sama dengan PT yang sudah kelas dunia tidak mungkin," tambahnya.    

Ia menjelaskan wacana untuk menggunakan jasa rektor dari luar negeri sudah ada sejak 2016.    

Baca juga: Menristekdikti Berharap BRIN Dipimpin Setingkat Menteri

Ia mengakui penolakan atas wacana pada saat itu sangat luar biasa.    

Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya perubahan perguruan tinggi di Indonesia.

"PT di seluruh dunia ini berkolaborasi sudah biasa. Rektor asing sudah biasa," katanya.    

Ia menyebut sejumlah negara seperti Singapura, Hongkong, serta Norwegia sudah melakukan hal tersebut.   

"Beri kesempatan rektor asing, jangan ditutup," pungkasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More