Kamis 01 Agustus 2019, 01:17 WIB

Operasi Tangkap Tangan, KPK Ciduk Direksi PT Angkasa Pura II

uven Martua Sitompul | Politik dan Hukum
Operasi Tangkap Tangan, KPK Ciduk Direksi PT Angkasa Pura II

Antara/M. Riisyal Hidayat
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Jakara. Kali ini, Lembaga Antirasuah menangkap lima orang, salah satunya direksi PT Angkasa Pura II.

"Iya benar (menggelar OTT), diduga telah terjadi penyerahan uang untuk salah satu Direksi di PT. Angkasa Pura II terkait dengan proyek yang dikerjakan oleh PT INTI," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dikutip dari Medcom.id, Jakarta, Kamis (1/8).

Basaria mengatakan dalam operasi senyap ini timnya mengamankan lima orang di Jakarta Selatan. Lembaga Antirasuah menemukan bukti-bukti awal praktik rasuah yang dilakukan direksi PT Angkasa Pura II dan empat orang lainnya.

Baca juga : KPK: Ada 4 Tersangka Baru Kasus KTP-E

"Tim KPK telah mengamankan 5 orang dari unsur Direksi PT. AP II, pihak dari PT INTI dan pegawai masing-masing BUMN yang terkait," kata Basaria.

Dalam OTT ini, ditemukan sejumlah uang dalam bentuk mata uang dollar Singapura setara Rp1 miliar sebagai barang bukti.

Menurut Basaria, mereka yang dicokok telah berada di kantor KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku, maka KPK akan memaksimalkan waktu 24 jam ini sebelum menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut,"ujarnya.

Menurut Basaria, informasi lengkap akan disampaikan KPK dalam konferensi pers di Gedung KPK. Lembaga Antirasuah memilikii waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang dicokok.

"Informasi lebih lengkap akan disampaikan besok melalui konferensi pers secara resmi di KPK," pungkas Basaria. (Medcom.id/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More