Rabu 31 Juli 2019, 23:20 WIB

Pemeriksaan Rutin Meningkat Pendapatan Prodia Naik 12,1%

(Uud/E-3) | Ekonomi
Pemeriksaan Rutin Meningkat Pendapatan Prodia Naik 12,1%

ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Petugas medis melakukan pengambilan sampel darah seorang pengunjung dalam kampanye program pemeriksaan kesehatan sejak dini Prodia

 

PT Prodia Widyahusada Tbk berhasil meraih pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 12,1% menjadi Rp799,08 miliar pada semester I 2019. Per­tumbuhan pendapatan per­seroan ditopang oleh pening­katan pendapatan dari tes pe­meriksaan rutin, esoteris, dan nonlaboratorium. 

Laba bersih perseroan de­ngan kode saham PRDA ini juga naik 34,2% menjadi Rp81,69 miliar dan EBITDA naik 31,8% menjadi Rp 127,41 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kontribusi pendapatan tes pemeriksaan rutin sebesar 74,5%, tes esoterik 16,7%, dan pendapatan nonlaboratorium 8,8% terhadap total pendapatan perseroan pada semester I 2019.

Dari segi segmen pelanggan, segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masing-masing sekitar 34,43% dan 32,43% kepada pendapatan perseroan, sedangkan segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi menopang sekitar 21,20% dan 11,94% terhadap pendapatan perseroan.

Direktur Utama Prodia, De­wi Muliaty, mengatakan kinerja keuangan perseroan pada semester I 2019 meref­leksikan kukuhnya bisnis inti perseroan dan terus bertumbuhnya pendapatan dari setiap segmen pelanggan. 

“Di samping itu, kami juga telah memperbarui proses automasi pada proses kerja di laboratorium untuk mening­katkan produktivitas dan efisiensi. 

Kami optimistis peningkatan pendapatan dan upaya efisiensi berkelanjutan akan meningkatkan kinerja perseroan sepanjang tahun 2019,” kata Dewi dalam keterangan tertulis, Selasa (30/7).

Total aset perseroan sebesar Rp1,8 miliar yang terdiri atas aset lancar Rp1,1 miliar dan aset tidak lancar Rp774,83 miliar, sedangkan total liabilitas turun sekitar 3,1% menjadi Rp356,86 miliar jika dibandingkan dengan 2018 yang mencapai Rp368,21 miliar. 

Total liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp114,73 miliar dan total liabilitas jangka panjang Rp242,13 miliar.

Pada semester I 2019, total ekuitas perseroan ialah sebesar Rp1,538  miliar. Dari sisi arus kas, perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 Juni 2019 dalam posisi surplus menjadi Rp197,90 miliar. (Uud/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More