Rabu 31 Juli 2019, 13:33 WIB

Tiga WNA Dideportasi, Satu Diantaranya Profesor

Kristiadi | Nusantara
Tiga WNA Dideportasi, Satu Diantaranya Profesor

MI/Kristiadi
Petugas Timpora Kantor Imigrasi Kelas ll Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tasikmalaya menunjukkan tiga paspor WN Taiwan yang dideportasi.

 

TIM Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas ll Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Tasikmalaya kembali mengamankan tiga orang Warga Negara Asing (WNA) berasal dari Taiwan, di rumah kontrakan Perum Buana Town House, Karangresik, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Kepala Sub Seksi Intelejen Keimigrasian Kelas II Non TPI Tasikmalaya, Saridal mengatakan ketiga warga negara asing (WNA) tersebut berasal dari negara Taiwan. Mereka telah diamankan di kawasan Wisata Karangresik. Kehadiran tiga WNA ini sedang membangun sebuah proyek Grand House di Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Mereka sudah tinggal 9 hari di rumah kontrakan Perum Buana Toun House, Karangresik.

"Ketiga WNA tersebut diamankan langsung dari lokasi objek Wisata Karangresik, setelah menerima laporan dari masyarakat setempat. Untuk ketiga WNA tersebut, salah satunya seorang profesor ahli tanaman  bernama Chiu Chun-Hui alias Ray Chiu, 49 dan dua orang sebagai petugas teknis engineering, Cheng Cheng-Yuan, 23, dan Hsiao Chun-Kai, 37," kata Saridal, Rabu (31/7).

Saridal mengungkapkan, ketiga WNA tersebut berasal dari negara Taiwan. Mereka datang ke Tasikmalaya karena diundang oleh pemilik kawasan objek Wisara Karangresik untuk membangun Grand House. Kedatangan ketiga WNA ini menggunakan visa kunjungan saat kedatangan (visa on arrival).

baca juga: Karhutla,Calon Paskibraka Pelalawan Gunakan Masker Saat Berbaris

"Mereka telah melanggar pasal 122 huruf A Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ketiga WNA ini sudah ditahan dan rencananya akan dideportasi pada Jumat (2/8). Dari tiga WNA, satu orang bisa berbahasa Inggris. Saat diperiksa mereka tidak melawan," pungkasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More