Selasa 30 Juli 2019, 20:45 WIB

Mahasiswa Didorong Kembangkan Kewirausahaan di Bidang TI

Ferdinand | Humaniora
Mahasiswa Didorong Kembangkan Kewirausahaan di Bidang TI

Ist
UNIVERSITAS Sebelas Maret

 

UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS), Kota Surakarta, Jawa Tengah, mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan kewirausahaan di bidang teknologi informasi (TI).

Peluang bidang tersebut dinilai masih besar dan banyak turunan usahanya. Dan, yang paling penting tidak membutuhkan modal terlalu besar.

"Di sini yang penting inovasi. Kedepan ini yang akan ditumbuhkan," kata Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPKwu-LPPM) UNS, Eddy Triharyanto, di Solo, Jateng, Selasa (30/7).

Salah seorang yang telah terjun dan menekuni kewirausahaan di bidang TI itu ialah Sugeng. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu bergerak di bidang pembuatan aplikasi sekaligus pemeliharaan sejak 2017.

Selama dua tahun berjalan, dia telah berhasil membuat 30 aplikasi dan memiliki 50 orang klien. Dari kerja kerasnya itu dia memperoleh omset rata-rata Rp2,5-Rp3 juta per bulan.


Baca juga: Menristekdikti Berharap BRIN Dipimpin Setingkat Menteri


"Saya memulai usaha ini dengan dana pendampingan dari PPKwu Rp7,5 juta," kata Sugeng yang kini juga bekerja magang di Pusat Komunikasi UNS itu.

Pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa telah mulai dilakukan UNS melalui Program Mahasiswa Wirausaha sejak 2009 lalu. Selama hampir 10 tahun berjalan, jumlah mahasiswa yang mendapatkan pendampingan sekitar 1.300 orang.

Bidang usahanya beragam, namun sebagian besar bergerak di bidang kuliner dan fesyen. Belakangan, juga mulai bermunculan usaha yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.

Eddy menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi berkala dari 1.300 mahasiswa yang mendapatkan pendampingan itu 30% atau 400 orang di antaranya real bisnis. Artinya, setelah lulus mereka betul-betul menekuni bidang usahanya dan mampu menyerap tenaga kerja.

Bahkan, tidak sedikit yang telah berhasil mengembangkan usahanya dengan membuka cabang-cabang baru. Salah diantaranya adalah usaha kuliner Puyuh Ungkep. Usaha tersebut telah mempunyai lima cabang dengan jumlah pegawai di masing-masing cabangnya 15-20 orang.

"Ini berhasil. Sebab, membangun usaha itu yang paling sulit adalah mengubah mindset, bahwa wirausaha adalah pilihan karier, bukan pilihan terakhir," katanya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More