Selasa 30 Juli 2019, 20:25 WIB

Penghapusan Perkawinan Anak Harus dari Segala Sisi

Antara | Humaniora
Penghapusan Perkawinan Anak Harus dari Segala Sisi

Thinkstock
Ilustrasi

 

KOMISI Nasional Perempuan mengatakan untuk menghapus perkawinan usia anak harus dilakukan intervensi dari segala sisi, baik regulasi,
aparatur penegak hukum dan budaya masyarakat yang harus diubah.

Ketua Komnas Perempuan, Azriana, mengatakan, jika revisi Undang-Undang Perkawinan telah menetapkan batas minimal usia namun masih ada dispensasi pernikahan di usia anak maka penghapusan perkawinan anak masih sulit dicapai.

"Komnas Perempuan telah mengakses data di badan penelitian pengadilan agama Mahkamah Agung, pada 2018 jumlah dispensasi perkawinan anak mencapai 13 ribuan, berarti jumlah dimohonkan itu telah terjadi pernikahan usia anak di bawah 16 tahun," kata Azriana di Jakarta.

Oleh sebab itu, perlu adanya Peraturan Mahkamah Agung yang memperketat aturan untuk pengajuan dispensasi pernikahan di bawah umur.    Tidak hanya itu, kata dia, masyarakat juga perlu diedukasi tentang pernikahan anak.

Menurut dia, anak dinikahkan pada usia dini adalah salah satu bentuk kekerasan kepada anak.  


Baca juga: Rumah Sakit Diminta Mendata Alat Kesehatan Bermerkuri


Azriana berpendapat ketika anak dinikahkan di bawah umur, maka telah terjadi kekerasan secara beruntun, anak tidak hanya kehilangan hak-haknya tetapi juga rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Dia mengatakan pandangab orangtua menikahkan anaknya di bawah usia karena takut berzina harus segera diubah. Padahal, ada cara lain agar anak tidak mrlakukan perzinahan, misalnya memberikan pendidikan seksual sehingga mereka bisa mengelila hasratnya dan menghargai tubuhnya dan orang lain.

Tak hanya itu, petugas Kantor Urusan agama (KUA) yang mencatat pernikahan juga harus diperkuat kapasitasnya.   

"Biasanya orangtua yang mengawinkan anaknya yang di bawah umur, berusaha menaikkan umur anaknya saat dicatatkan di KUA. Nah di sini petugas KUA punya peranan penting untuk menghentikan pernikahan anak. Apakah dia akan terlibat suap yang berdampak pada pelanggengan perkawinan anak di bawah umur," kata dia. (OL-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Pakar UGM Prediksi Covid-19 di Indonesia Tuntas Akhir Mei 2020

👤Atikah Ismah Winahyu 🕔Rabu 01 April 2020, 18:07 WIB
“Dengan intervensi pemerintah, total penderita korona positif minimal di sekitar 6.200 di akhir pandemi pada akhir Mei 2020,"...
Shutterstock

Kemenristek/BRIN Tambah Anggaran untuk Riset Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 01 April 2020, 17:54 WIB
Bambang menuturkan, ada tiga target yang harus dicapai oleh konsorsium Covid-19 yakni target jangka pendek, menengah, dan...
MI/SITRIA HAMID

Saudi Minta Tunda Kontrak Layanan, Bukan Tunda Rencana Haji

👤Sitria Hamid 🕔Rabu 01 April 2020, 17:53 WIB
KEMENTERIAN Agama memastikan bahwa Pemerintah Arab Saudi bukan meminta penundaan rencana haji tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya