Senin 29 Juli 2019, 18:40 WIB

Kerap Pukul Siswa, Guru di Bandar Lampung Dilaporkan

Eva Pardiana | Nusantara
Kerap Pukul Siswa, Guru di Bandar Lampung Dilaporkan

MI/Eva Pardiana
Kerap Pukuli Siswa, Guru di Bandar Lampung Dilaporkan: Gedung Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bandar Lampung.

 

SEORANG guru di Bandar Lampung dilaporkan ke kepolisian atas dugaan tindak kekerasan yang dilakukan terhadap siswanya.

Dugaan pemukulan hingga menyebabkan mata kanan memar dilakukan oleh Puji Supriyatin, guru mata pelajaran fisika terhadap Donny Kesuma, siswa kelas XI jurusan Teknik Komputer dan jaringan SMKN 1 Bandar Lampung.

"Pulang sekolah saya lihat bawah matanya memar, katanya dipanggil Ibu Puji buat mengurus perbaikan nilai, bukannya dikasih nilai malah dikasih pukulan," ujar Ruslan, ayah Donny, di Bandar Lampung, Senin (29/7).

Ruslan mengaku, awalnya tidak ingin membawa permasalahan ini ke jalur hukum. Ia hanya membutuhkan penjelasan dari pihak sekolah mengapa anaknya mendapat pukulan dari guru.

"Saya sempat foto memarnya, tapi saya tidak melaporkan, ya sudahlah mungkin anak saya nakal. Saya hanya ingin penjelasan dari gurunya," katanya.

Namun, pascapemukulan terhadap anaknya, Ruslan memperoleh pesan singkat via WhatsApp dari Puji yang berisi tantangan untuk dilaporkan, sehingga Ruslan pun melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Polres Bandar Lampung.

"Saya di-WA Bu Puji. Dia menantang silakan laporkan. Saya naik darah, apa mau ibu ini, kami sudah tidak mempermasalahkan, kok dia nantang melapor," ujarnya.

Setelah dilaporkan, menurut Ruslan, tidak ada iktikad baik dari Puji untuk meminta maaf. Meski sempat datang ke rumah siswa, tidak ada permintaan maaf dari Puji.

"Sempat ke rumah, harapan saya dia minta maaf. Tahunya gak minta maaf. Malah cerita pulang dari Eropa-lah. Saya bilang saya gak mau dengar soal itu," pungkas Ruslan.

Saat mencoba mengonfirmasi ke pihak sekolah, kami mendapati tidak hanya Donny yang mendapat perlakukan kasar dari Puji. Hesti Vidia Ningsih, siswi yang menjadi saksi kasus pemukulan Donny, juga memperoleh tindakan persekusi dari Puji.

"Saya dicegat di jalan, lalu di bawa ke rumah Luthfi (siswa lain). Di sana dia maki-maki saya, jilbab saya ditarik. HP saya dipegang dia, gak boleh merekam. Saya takut, saya gak nyangka Ibu Puji begitu," ujar Vidia seraya terisak.


Baca juga: Pembukaan Kembali Wisata Tangkuban Parahu Ditunda


Tindakan persekusi yang dilakukan Puji terhadap Vidia pun telah dilaporkan oleh orangtua siswa ke kepolisian.

Tidak hanya Donny dan Vidia, beberapa siswa lain juga mengaku mendapatkan tindak kekerasan serupa. Adryyansyah mengaku pernah dipukuli di bagian kepala hingga sepuluh pukulan akibat merusak kotak sampah sekolah. Sementara Ahmad Sodikin mengaku dipukul di bagian dada.

"Kejadiannya tahun lalu, waktu itu saya main bola gak sengaja bikin penyok tong sampah. Ibu Puji pukul kepala saya pakai dua tangan, lalu bolanya dilempar ke muka saya. Tapi waktu itu saya gak berani mengadukan ke orangtua di rumah," papar Adry saat ditemui di sekolah.

Menanggapi kasus kekerasan terhadap siswa yang dilakukan di sekolahnya, Kepala Sekolah SMKN 1 Bandar Lampung Edy Harjito menegaskan Puji Supriyatin bukan lagi guru SMKN 1 Bandar Lampung karena telah dimutasi ke SMAN 1 Tegineneng.

Edy mengaku sempat meminta penjelasan kepada yang bersangkutan terkait dugaan pemukulan terhadap siswa, namun dibantah oleh Puji.

"Saya tidak mau ini sampai ke polisi, harusnya diselesaikan di sekolah. Tapi dia tidak mengaku melakukan pemukulan dan menolak di mediasi," kata Edy.

Edy berharap kasus yang dialami siswa tidak menggangu psikologi dan konsentrasi belajar. Ia meminta guru lebih bijak dalam memberikan hukuman terhadap siswa. Tegas tidak harus dengan kekerasan fisik maupun verbal.

"Tegas ada ukurannya, tidak perlu ada kekerasan, guru itu orangtua di sekolah, tugas guru membimbing. Pada saat emosi, harus kendalikan diri," ujar Edy. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More