Senin 29 Juli 2019, 15:30 WIB

KPAI Kecam Audisi Beasiswa Bulu Tangkis oleh Produsen Rokok

Indriyani Astuti | Humaniora
KPAI Kecam Audisi Beasiswa Bulu Tangkis oleh Produsen Rokok

MI/Anggoro
Audisi beasiswa bulu tangkis oleh sebuah produsen rokok di Bandung.

 

KEGIATAN audisi beasiswa bulu tangkis yang dilakukan perusahaan rokok pada Minggu (28/7) di GOR KONI Bandung dinilai sebagai sebuah bentuk kegiatan eksploitasi anak secara terselubung oleh industri rokok. Hal itu disampaikan Komisioner bidang Kesehatan dan NAPZA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti HIkmawatty.

Menurut Hikma, KPAI sudah pernah memanggil perusahaan rokok tersebut, namun mereka menolak kegiatan itu dikatakan sebagai bentuk eksploitasi.

"Semula kami berharap sudah terjadi kesepemahaman untuk tidak lagi mengadakan kegiatan serupa ini, namun ternyata prediksi ini salah," ujar Hikma melalui siaran pers, Senin (29/7).

Ia menuturkan industri rokok tetap menyelenggarakan kegiatan audisi dengan tetap menggunakan format yang sama tanpa perubahan seperti yang sudah disampaikan dalam diskusi dengan KPAI.

"Kami sangat menyesalkan kejadian bahwa masih adanya pihak-pihak yang melakukan eksploitasi pada anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan," tuturnya.

Untuk itu, KPAI meminta industri rokok menghentikan agenda kegiatan audisi yang masih akan dilakukan di beberapa kota lagi itu.

Baca juga: Audisi Umum Djarum Digelar di Lima Kota

KPAI, tegasnya, telah menyurati beberapa Kementerian dan Lembaga yang memiliki korelasi kuat dengan upaya perlindungan sepenuhnya anak dari eksploitasi rokok, termasuk Kementerian Kesehatan terkait dukungan KPAI dalam menurunkan angka prevalensi anak yang terpapar rokok.

Ia mengatakan hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) 2018, menunjukkan angka prevalensi perokok anak naik menjadi 9,1% dari target yang direncanakan 5,4%.

Untuk itu, menurut KPAI, diperlukan upaya-upaya untuk membatasi anak- anak terpapar rokok.

KPAI juga menyurati Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk melakukan kanalisasi bagi anak-anak yang memiliki bakat dan ketertarikan pada dunia olahraga khususnya bulu tangkis, sehingga animo itu dapat ditampung sebagai bentuk kegiatan audisi resmi yang dilakukan oleh negara.

Lalu juga kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan peninjauan ulang pada status Kota Layak Anak (KLA), melalui Kepala Daerah (Bupati maupun Wali Kota) yang kotanya melaksanakan kegiatan audisi ini karena bertentangan dengan kriteria Kota layak Anak, khususnya cluster III tentang Kesehatan dasar dan Kesejahteraan pada point 17.

Tentang iklan, promosi dan sponshorship rokok, KPAI menyurati beberapa lembaga terkait lainnya baik dalam maupun luar negeri, serta bupati dan Wali Kota yang daerahnya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan tersebut. (OL-2)

Baca Juga

Antara

Riset: Ini Tiga Provinsi Paling Rentan Penyebaran Virus Korona

👤Ihfa Firdausya 🕔Jumat 03 April 2020, 14:39 WIB
Dalam grafik skor indeks kerentanan provinsi yang disajikan dalam teleconference, Jumat (3/4), ketiga provinsi ini rata-rata berada pada...
ANTARA

20 Ribu Pekerja Migran di Malaysia Bakal Pulang ke Tanah Air

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 03 April 2020, 14:18 WIB
Kogapwilhan I bersama dengan TNI Agkatan Laut akan menggerakkan beberapa KRI untuk memfasilitasi pekerja sudah tiba di Batam menuju Jawa...
Istimewa/Kemenpar

Pekerja Hotel Bangga Bisa Turut Layani Tenaga Medis Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 April 2020, 14:14 WIB
Untuk memberi dukungan kepada tenaga medis penanganan Covid-19, Swiss-BelHotel Pondok Indah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya