Senin 29 Juli 2019, 00:20 WIB

Butuh Insentif Turunkan Harga Panel Surya

MI | Ekonomi
Butuh Insentif Turunkan Harga Panel Surya

ANTARA
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan

 

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengakui harga panel surya atap sebagai komponen utama pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) masih tergolong mahal.

Hal ini terjadi karena komponen panel surya masih merupakan produk impor. Untuk harga per 1 kWp panel surya mencapai US$1.000 atau sekitar Rp14 juta dengan kurs rupiah 14.000 per dolar AS. Bila dihitung berarti untuk rumah tinggal dengan daya 2.200 watt dibutuhkan 2 kWP seharga 28 juta.

Untuk membuat harganya lebih terjangkau, perlu ada pemberian insentif kepada stakeholder dan masyarakat luas yang merupakan kewenangan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Untuk insentif, itu merupakan kewenangan Kemenkeu untuk mengajukan. Memang kalau kita harus tunggu 100% komponen (dalam negeri) itu tidak akan bisa," kata Jonan di Jakarta, kemarin.

Pemerintah, lanjutnya, berharap selama lima tahun ke depan penggunaan PLTS semakin marak sehingga komponen panel surya dapat dibuat mandiri oleh Indonesia guna menjangkau masyarakat luas.

"Sama dengan handphone, 30 tahun lalu masih mahal. Sekarang harganya lebih murah karena didorong oleh generasi muda. Energi bersih kelistrikan juga akan besar karena generasi muda mendorong adanya energi yang lebih bersih," tukas Jonan.

Di sisi lain, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memberikan sejumlah kemudahan bagi masyarakat yang menggunakan panel surya atap. Salah satunya ialah kemudahan impor-ekspor.

Apabila pengguna sedang tidak menggunakan listrik, kelebihan tenaga listriknya (excess power) akan diekspor ke PLN dengan faktor pengali 65% sehingga pelanggan bisa menggunakan deposit energi untuk mengurangi tagihan listrik bulan berikutnya.

"Selain itu, nanti akan kita sediakan teknologi hybrid. Kelebihan tenaga listrik bisa dititip di baterai di rumah sendiri atau dititip di PLN dan diambil lagi saat mau dipakai," ujar PLT DirutPLN Djoko Abumanan. (Ata/E-1)

Baca Juga

Antara

Wakili Sinarmas, Hotman Paris Somasi Agen Penjual Reksa Dana

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 27 Mei 2020, 23:40 WIB
Bibit merupakan salah satu agen penjual efek reksa dana produk kelolaan Sinarmas Asset...
Antara

The Jakarta Post Lakukan Pembenahan untuk Memasuki Era Digital

👤Antara 🕔Rabu 27 Mei 2020, 22:21 WIB
The Jakarta Post harus menekan biaya operasional dengan mengurangi biaya perekrutan (hiring) tenaga kerja kontrak serta kerja sama dengan...
Antara/Noveradika

Retail dan Logistik Punya Potensi Tumbuh di Tengah Pandemi Korona

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 27 Mei 2020, 20:58 WIB
"Kita lihat misalnya retail dan logistik relatif oke ya. Kebutuhan mereka untuk operasional tambahan dan investasi itu cukup kuat,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya