Minggu 28 Juli 2019, 17:59 WIB

Jokowi Persilakan Gibran Masuk Bursa Calon Wali Kota Surakarta

Jokowi Persilakan Gibran Masuk Bursa Calon Wali Kota Surakarta

ANTARA/Widodo S. Jusuf
Presiden terpilih Joko Widodo (kiri) dan anak sulungnya Gibran Rakabuming Raka (kanan).

 

PRESIDEN RI, Joko Widodo (Jokowi), mempersilakan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, masuk bursa calon Wali Kota Surakarta.  

"Silakan, saya demokratis, yang penting di setiap jabatan atau karier apa pun harus tanggung jawab," kata Jokowi saat bersama keluarganya menikmati kuliner Warung Makan Ayam Goreng Mbah Karto Tembel, Jalan Jaksa Agung Raya Suprapto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (28/7).

Baca juga: Bus Hilang Kendali di Cipali, 3 Orang Meninggal

Warung makan Ayam Goreng Mbah Karto yang khas dengan sambal blondonya tersebut memang menjadi salah satu tempat makan favorit Jokowi bersama keluarga sejak masih menjadi pengusaha dan Wali Kota Surakarta hingga sekarang.    

Jokowi yang didamping istrinya, Iriana Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, cucunya Jan Ethes, dan menantunya Selvi Ananda menyerahkan sepenuhnya kepada Gibran terkait dengan hasil survei bursa calon wali kota.

Sebagai orang tua, Jokowi mempersilakan anak-anaknya untuk mengambil keputusan, termasuk ketika berjualan martabak, bahkan ada yang memutuskan jualan pisang. "Saya paksa untuk pengelola atau memegang pabrik, mereka juga tidak mau. Dipaksa-paksa kalau tidak mau gimana?" kata Jokowi.

Baca juga: Taman Wisata Tangkuban Parahu Dibuka Lagi Besok

Jokowi lantas menekankan bahwa kemandirian dan tanggung jawab itu saja kalau saya. Ia mengatakan bahwa politikus sekarang memang anak-anak muda yang memegang peran karena dunia yang berubah sangat cepatnya. Ketidakpastian yang selalu mengintai, ketidakterdugaan yang selalu muncul, dan tidak diperhitungkan.    

"Hal ini yang merespons dengan cepat adalah anak muda. Hal ini semua negara sama lagi tren, termausk Indonesia seperti itu," pungkasnya. (Ant/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More