Sabtu 27 Juli 2019, 18:24 WIB

Ma'ruf Buka Pintu Partai lain Gabung KIK

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Ma

Antara/Kahfie Kamaru
Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden terpilih Ma'ruf Amin menyatakan bahwa anggota Koalisi Indonesia Kerja (KIK) masih bisa bertambah.

Apalagi, periode kedua masa pemerintahan Presiden Joko Widodo baru dimulai 20 Oktober.

“Prinsipnya terbuka, tapi masuknya seperti apa, kan belum ada kesepakatan dari partai-partai koalisi," kata Ma’ruf usai menghadiri Milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ke-44 , di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (27/7).

Baca juga: PKS Yakin tidak Sendirian Jadi Oposisi

Kalau ada penambahan anggota koalisi KIK, sambungnya, tetap dibutuhkan kesepakatan dengan partai-partai pendukung Jokowi-Amin di Pilpres 2019

Namun demikian, Ma'ruf mengatakan hingga saat ini belum ada kesepakatan parpol di luar koalisi yang akan bergabung dengan pemerintah.

“Nanti akan ada pembicaraan-pembicaraan lebih jauh seperti apa. Belum ada kesimpulannya. Termasuk sekarang kan lagi mengumpulkan, calon-calon (menteri) lagi dikumpulkan," kata Ma’ruf.

Di tempat yang sama, Wapres Jusuf Kalla (JK) enggan berkomentar terkait masuknya masuknya kabinet diluar koalisi yang ada di pemerintahan Jokowi.

"Itu (pembicaraan) antara Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf," kata JK. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More