Jumat 26 Juli 2019, 21:00 WIB

Hingga Juni 2019, Bank Mandiri Kucurkan Kredit UMKM Rp87,05 T

mediaindonesia.com | Ekonomi
Hingga Juni 2019, Bank Mandiri Kucurkan Kredit UMKM Rp87,05 T

Antara/Dhemas Reviyanto
Layanan Customer Service Bank Mandiri

 

BANK Mandiri ingin terus mendukung perkembangan ekonomi berbasis kerakyatan melalui pembiayaan segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Hasilnya, kredit UMKM yang disalurkan perseroan pada akhir Juni 2019 tercatat sebesar Rp87,05 triliun, naik 11,96% dibandingkan Rp77,75 triliun pada periode yang sama tahun lalu.  

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, nilai kredit tersebut disalurkan ke 894 ribu debitur UMKM, dimana komposisi terbesar adalah pengusaha di sektor perdagangan besar dan eceran.

"Dalam menyalurkan kredit UMKM, kami berusaha memastikan bahwa pengunaannya difokuskan untuk pembiayaan usaha-usaha produktif, sehingga bisa memberikan nilai tambah kepada ekonomi masyarakat, kata Hery saat mengunjungi nasabah UMKM di pasar Tanah Abang seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga : Bank Mandiri: Layanan Sudah Kembali Normal

Disamping pembiayaan, Hery melanjutkan, pihaknya juga memberikan dukungan kepada nasabah UMKM dalam fasilitas transaksional untuk membantu meningkat efisiensi dan optimalisasi keuangan.

"Untuk nasabah retail, keberadaan EDC dapat memudahkan pedagang karena tidak perlu menyiapkan uang kecil. Sedangkan untuk nasabah grosir, kami juga menyiapkan Mandiri Internet Bisnis agar rekonsiliasi transaksi bisa dilakukan secara realtime," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah menerapkan strategi mitigasi yang disesuaikan dengan karakter masing-masing usaha debitur untuk menjaga kualitas pembiayaan yang disalurkan.

Hingga Juni 2019, rasio NPL kredit UMKM tercatat sebesar 2,10% membaik 172 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 3,82%. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More