Jumat 26 Juli 2019, 22:52 WIB

Pemerintah Tidak Terkejut atas Serangan UE Terhadap Sawit

Andhika prasetyo | Ekonomi
Pemerintah Tidak Terkejut atas Serangan UE Terhadap Sawit

MI/Agung Sastro
Ilustrasi: Bahan bakar buat kendaraan bermesin disel yang terbuat dari Kelapa sawit.

 

PEMERINTAH tidak terkejut dengan langkah Komisi Eropa yang mengusulkan proposal bea masuk sekitar 8%-18% untuk produk biodiesel dari Indonesia.

Usulan tersebut didasarkan pada dugaan Komisi Eropa atas peran pemerintah RI menyubsidi industri biodisel sehingga harga jual rendah

Direktur Pengamanan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Pradnyawati mengungkapkan serangan kepada produk sawit terbaru itu sedianya sudah diprediksi karena adanya peningkatan penjualan biodiesel hingga 356% pada 2018.

Kementerian Perdagangan mencatat, pada 2017, ekspor biodiesel ke Benua Biru hanya US$116 juta. Namun, pada 2018, angkanya melonjak tajam menjadi US$572 juta.

Penaikan itu terjadi karena Indonesia berhasil memenangi sengketa di World Trade Organization yang juga melawan UE.

Kala itu, UE menghambat biodiesel Tanah Air dengan tuduhan kebijakan dumping yang diterapkan pemerintah. Akhirnya, pada 2018, WTO memutuskan bahwa tuduhan itu tidak terbukti dan Indonesia bisa kembali leluasa mengekspor produk tersebut ke Eropa.

"Ini memang strategi besar mereka yang terstruktur, sistematis dan masif untuk menghadang biodiesel Indonesia. Mereka akan melakukan segala cara agar minyak nabati dari Tanah Eropa tidak tersaingi minyak nabati dari belahan Bumi lain," tuturnya.

Jika berkompetisi secara adil, Pradnyawati menjelaskan minyak rapeseed dan bunga matahari yang merupakan minyak nabati dari Eropa memang tidak akan mampu bersaing dengan minyak sawit. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More