Jumat 26 Juli 2019, 14:41 WIB

Permasalahan Sampah Puntung Rokok Harus Serius Diatasi

Mediaindonesia.com | Humaniora
Permasalahan Sampah Puntung Rokok Harus Serius Diatasi

Istimewa
Ni Luh Putu Putri Suastini Koster (kiri).

 

GERAKAN yang bertujuan mengatasi permasalahan sampah puntung rokok mendapat perhatian dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster. Ia mengingatkan pentingnya lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Gerakan sosial bertajuk #SayaAjaBisa dan #PuntungituSampah telah menjangkau beberapa daerah, termasuk Bali di Tabanan dan juga Seminyak. Putri Suastini berharap warga masyarakat terinsipirasi untuk menjaga kebersihan.

Baca juga: Irigasi Tanah Dangkal Bantu Atasi Petani Kekurangan Air

"Aksi seperti inilah yang diharapkan pemerintah. Saya bangga dan bahagia sekali dengan adanya gerakan #SayaAjaBisa dan #PuntungituSampah," ujar Putri Suastini dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (26/7).

Menutur dia, gerakan #SayaAjaBisa dan #PuntungituSampah sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 yang bertujuan mengurangi limbah sampah plastik hingga 70%. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar tujuan Bali yang lebih bersih dapat tercapai.

"Semua masyarakat perlu terlibat. Kita semua hidup di lingkungan. Jadi, kita harus merawat lingkungan secara bersama-sama," lanjutnya.

Gerakan itu diinisiasi oleh PT HM Sampoerna Tbk sejak awal 2019. Pada acara itu, Sampoerna memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Sampoerna juga membagi-bagikan kantong portable khusus untuk perokok dewasa yang hadir dalam acara tersebut.

Dengan demikian, mereka bisa menyimpan sampah puntung tersebut jika tidak menemukan tempat sampah untuk membuangnya. Kepala Hubungan Daerah dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sampoerna, Ervin Pakpahan, mengatakan, Sampoerna siap bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Bali.

"Sampoerna berharap bahwa gerakan sosial ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi seluruh pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan sehingga memberikan manfaat baik terhadap mutu kehidupan," kata Ervin. (*/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More