Jumat 26 Juli 2019, 04:00 WIB

Boris Johnson Janji Tuntaskan Brexit

A Wahyu Kristianto aguswahyu@mediaindonesia.com | Internasional
Boris Johnson Janji Tuntaskan Brexit

(Photo by HO / various sources / AFP)
Perdana Menteri baru Inggris Boris Johnson membuat pernyataan di House of Commons di London pada 25 Juli 2019

 

BORIS Johnson resmi mengambil alih jabatan Perdana Menteri Inggris dari tangan Theresa May dengan berjanji menuntaskan proses negosiasi negaranya keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Janji tersebut terlontar dari mulut Johnson saat memberikan pidato pertama di kantor PM Inggris, tak lama setelah bertemu dengan Ratu Elizabeth di Istana Buckingham. "Kami akan memenuhi janji parlemen kepada rakyat dan keluar dari UE pada 31 Oktober, tanpa jika atau tapi," ujar Johnson sebagaimana dikutip AFP.

Johnson menjabat pada Rabu, setelah mengalahkan pesaing utamanya, Jeremy Hunt. Johnson meraih 92.153 suara dari anggota Partai Tory dan mengalahkan Hunt yang mengantongi 46.656 suara.

Dia berkeras akan melakukan kesepakatan baru dengan Uni Eropa, tanpa penghalang anti-demokrasi dan menyelesaikan Brexit sebelum batas waktu Halloween.

"Kami akan memenuhi janji-janji parlemen yang berulang-ulang kepada rakyat dan keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober," katanya.

Johnson memiliki keyakinan bahwa dalam waktu 99 hari Inggris akan memecahkannya.

"Kami tidak akan menunggu 99 hari karena orang-orang Inggris sudah cukup menunggu," tegas mantan Wali Kota London itu.

"Waktunya telah tiba untuk bertindak, untuk mengambil keputusan, untuk memberikan kepemimpinan yang kuat, dan mengubah negara ini menjadi lebih baik," lanjut Johnson.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, langsung mengucapkan selamat kepada Johnson dan mengatakan bahwa ia siap membicarakan kesepakatan lebih lanjut.

"Saya menanti pertemuan dengan Anda untuk mendiskusikan secara rinci kerja sama kita," ujar Tusk.

Pembersihan kabinet

Sesaat dari Downing Street, Boris Johnson menyeberang ke House of Commons, yang mana ia melakukan pembersihan menteri kabinet yang komprehensif, khususnya pada mereka yang mendukung Hunt.

Korban pembersihan lainnya termasuk Menteri Skotlandia David Mundell, Menteri Pendidikan Damian Hinds, dan Menteri Pertahanan Penny Mordaunt.

Dalam menyusun anggota pemerintahan barunya, Johnson beralih ke rekan-rekan Vote Leave yang tepercaya, termasuk Raab, Patel, Theresa Villiers, yang merupakan menteri lingkungan baru, dan Andrea Leadsom yang akan menjadi menteri bisnis.

Mantan menteri pertahanan Gavin Williamson akan menjadi menteri pendidikan meski telah dipecat Theresa May kurang dari tiga bulan lalu karena dicurigai membocorkan rahasia keamanan.

Patel juga dipecat May pada Mei karena mengatur pertemuan pribadi di Israel tanpa memberi tahu para pejabat Inggris.

Para kritikus dengan cepat menyebut pemerintahan baru Johnson sebagai sayap kanan yang fanatik, yakni terakhir kali dialami Inggris pada dekade 1980-an, di periode kedua kepempinan mendiang PM Margaret Thatcher.

Presiden Joko Widodo dalam akun @jokowi dalam media sosial Twitter dikutip Antara pada Kamis (25/7).

Dalam cicitannya, Jokowi juga berharap peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan Inggris. Dia mengharap kerja sama erat kedua negara dapat saling menguntungkan.

"Looking forward to working closely with you to advance mutually beneficial relations between our two great nations," demikian cicitan Jokowi. (AFP/Theguardian/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More