Kamis 25 Juli 2019, 20:12 WIB

2020, MRT Segera Bangun Jalur Timur - Barat

Rifaldi Putra Irianto | Megapolitan
2020, MRT Segera Bangun Jalur Timur - Barat

MI/PIUS ERLANGGA
Alat berat dikerahkan untuk melakukan penggalian pada pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Fase II di kawasan Monumen Nasional (Monas)

 

SETELAH berhasil membangun Jalur Moda Raya Terpadu (MRT) fase 1 yang melintasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Lebak Bulus, kini PT MRT Jakarta segera membangun Jalur MRT Barat ke Timur pada 2020 mendatang

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, Jalur MRT fase 3 yang nantinya membentang sepanjang 31 kilometer tersebut akan melintasi kawasan Kalideres hingga Ujung Menteng.

"Setelah fase 1 Bundaran HI - Lebak Bulus kita selesaikan, fase 2 Bundaran HI - Kota mulai kita kerjakan dan fase 3 yang kita harapkan bisa dicanangkan tahun depan itu adalah dari kalideres ke Ujung Menteng sepanjang 31 kilometer, " kata William di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (25/7).

Ia mengatakan nantinya pembangunan fase 3 ini akan terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian pertama akan membangun mulai dari Kalideres hingga Cempaka Baru dan terdiri dari jalur layang mulai dari Kalideres - Grogol dan kemudian Jalur bawah tanah Roxy - Cempaka Baru.

Sementara pada bagian kedua akan membangun mulai dari Sumur Batu hingga Ujung Menteng dengan keselurah menggunakan jalur layang.

"Terbagi atas dua bagian, pertama dari Kalideres ke Cempaka Baru sepanjang 21 kilometer kemudian yang kedua dari Sumur Batu ke Ujung Menteng sepanjang kurang lebih 11 kilometer, jadi itu yang sedang menjadi program prioritas MRT Jakarta, " jelasnya.

Ia juga mengatakan nantinya pada fase 3 MRT akan terdapat dua depo yang terletak di sekitar kawasan Kalideres dan sekitra kawasan Ujung Menteng. Fase 3 MRT tersebut akan terdiri dari 22 stasiun.

"Depo fase 3 tentu akan ada dua depo, satu ada di area sekitar kalideres dan satunya ada di sekitar ujung menteng. Akan ada 22 stasiun mulai dari Kalideres sampai Ujung Menteng nantinya titik temu fase 1 dan fase 2 ada di sekitar kawasan Sarinah, " ucapnya.

Baca juga: MRT Jakarta Catat 94 Ribu Penumpang Selama Juli

Dikatakanya, pihaknya akan segera melakukan pemetaan lahan yang akan dilintasi oleh MRT Jakarta.

"Jadi kita dalam studi yang kita mulai, setelah ini kita akan mulai memetakan area-area mana yang kita bebaskan. Kami terbuka nanti dengan berbagai pihak untuk melakukan pemetaan, yang tentunya akan dilakukan pemerintah dan tentunya juga pembicaraan secara bisnis dengan pihak-pihak swasta yang lahanya di lalu MRT jakarta," tuturnya

Pemetaan tersebut diperlukan karena sebagaimana diketahui, di titik-titik stasiun MRT di fase 1 terjadi peningkatan nilai kawasan.

"Peningkatan nilai kawasan ini tentu akan membawa peningkatan nilai ekonomi di kawasan tersebut, " tambahnya.

Ia memaparkan, stasiun pada fase III MRT yang melintas dari barat ke timur yakni Kalideres, Stasiun Kembangan II, Stasiun Kembangan I, Stasiun Pesing, Stasiun Grogol, akan di bangun jalur layang.

Selanjutnya, Stasiun Roxy, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Sarinah, Stasiun Kebon Sirih, Stasiun Kwitang, Stasiun Senen, Stasiun Galur, dan Stasiun Cempaka Baru, akan dibangun jalur bawah tanah.

Sementara, Stasiun Sumur Batu, Stasiun Kelapa Gading Barat, Stasiun Kelapa Gading Timur, Stasiun Perintis, Stasiun Pulo Gadung, Stasiun Penggilingan, Stasiun Cakung Barat, Stasiun Pulo Gebang, juga akan dibangun jalur layang. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More