Kamis 25 Juli 2019, 09:25 WIB

BNPT Minta Kampus Persempit Ruang Gerak Kelompok Radikal

Antara | Nusantara
BNPT Minta Kampus Persempit Ruang Gerak Kelompok Radikal

Ist
Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol Hamli

 

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta Universitas Negeri Jember (Unej) mempersempit ruang gerak kelompok radikal yang ditengarai berkembang di sejumlah masjid kampus dan kegiatan pengajian di kampus yang menjadi pintu masuk paham radikalisme kepada mahasiswa.   

BNPT bersama Universitas Jember dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur menggelar 'Dialog Pelibatan Sivitas Akademika dalam Pencegahan Terorisme melalui FKPT Jawa Timur' yang digelar di lantai 3 Gedung Rektorat Kampus Unej, Rabu (24/7).   

"Kami mengimbau para pemangku kepentingan di Kampus Unej untuk mempersempit ruang gerak kelompok radikal terorisme yang ingin menyalahgunakan kampus dan ssekitarnya," kata Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol Hamli, di Kampus Unej, Rabu.  

Beberapa hasil riset telah mengindikasikan penetrasi kelompok radikal terorisme di rumah ibadah dan kampus. Pada 2010, Center for the Study of Religion and Culture (CRSC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah merilis hasil risetnya bahwa dalam jerat yang beragam, kelompok radikal di Solo menggunakan masjid untuk propaganda ideologinya. 

Kemudian hasil riset Setara Institute pada 2017 menyebutkan bahwa masjid, baik di perumahan dan perguruan tinggi di Depok menjadi sarang radikalisme, sehingga fenomena tersebut seharusnya menyadarkan seluruh pemangku kepentingan, khususnya di perguruan tinggi, bahwa kampus dan sekitarnya dapat disasar oleh kelompok radikalisme.   

"Celah yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok radikal terorisme untuk menyebarkan ideologinya dan menjalankan aksi jahatnya harus ditutup oleh sivitas akademika dengan menjadikan bibit radikal terorisme dalam berbagai bentuknya sebagai musuh bersama, didorong untuk memiliki kemampuan deteksi dini, bahkan secara aktif turut serta mengambil bagian dalam upaya pencegahan," katanya.   

 

Baca jugaKrisis Air, Warga Renduwawo Cebok Pakai Batu dan Daun

 

Untuk itu, lanjut dia, perlu ditingkatkan kewaspadaan dengan mengorganisir seluruh kekuatan sivitas akademika Unej, supaya lebih efektif dan efisien dalam menangkal ideologi radikal dan mempersempit ruang geraknya di tempat ibadah, khususnya di kampus dan sekitarnya agar steril dari pengaruh radikal terorisme.   

"Kegiatan dialog itu sebagai upaya menggalang kebersamaan seluruh pemangku kepentingan menghadang laju pergerakan ideologi radikal dan penetrasi kelompok terorisme di perguruan tinggi, " ujarnya.   

Sementara Rektor Unej, Moh Hasan, mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap paham radikalisme di Kampus Tegalboto Unej tersebut dan melakukan pendekatan terhadap dosen atau karyawan yang terindikasi terpapar paham radikalisme. 

"Kami sudah melakukan pemetaan terkait kondisi mahasiswa di Universitas Jember dan hasil temuannya dijadikan bahan dalam merumuskan materi pencegahan paham radikalisme yang masuk dalam mata kuliah umum," ucap Rektor Unej dua periode itu.   

Selain itu, lanjut dia, Unej melalui fakultas masing-masing juga telah memberlakukan pembatasan kegiatan kemahasiswaan hingga pukul 22.00 WIB, agar memudahkan pengawasan dan dilarang melakukan kegiatan yang mengarah pada radikalisme.

Kegiatan dialog tersebut menghadirkan sejumlah pembicara yakni Direktur Pencegahan BNPT dan mantan narapidana teroris Kurnia Widodo, serta para peserta juga mendapatkan informasi hasil penelitian terkait paham radikal di kampus dari Yusli Efendi, Sekretaris Pusat Studi Pesantren, dan Nurul Barizah, peneliti FKPT, mengenai pemetaan potensi radikalisme dan terorisme di Jatim. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Padang Berlakukan Jam Malam

👤Yose Hendra 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:40 WIB
Guna mencegah penularan covid-19 di Padang, pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat mengeluarkan kebijakan untuk membatasi...
MI/Supardji Rasban

Sumut dari Siaga Darurat Menjadi Tanggap Darurat Covid 19

👤Yoseph Pencawan 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:31 WIB
Pemprov Sumut mulai Selasa 31 Maret 2020 telah menaikkan status dari Siaga Darurat Bencana Non Alam Covid-19 menjadi Tanggap...
Antara

17 Orang di Jatim Sembuh dari Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:20 WIB
Yeti Sri Wulan berusia 60 tahun yang dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya dan kini diperbolehkan pulang setelah menjalani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya