Kamis 25 Juli 2019, 07:12 WIB

Demonstrasi Anti-Boris Johnson Digelar di London

Basuki Eka Purnama | Internasional
Demonstrasi Anti-Boris Johnson Digelar di London

AFP/Tolga AKMEN
Aksi anti-Boris Johnson di London, Inggris

 

RIBUAN demonstran yang menentang Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Rabu (24/7), turun ke jalan pusat kota London, beberapa jam setelah Johnson dinobatkan sebagai pemimpin negara Eropa itu.

Penyelenggara aksi menurunkan sebuah bus atap terbuka, menempatkan peralatan DJ untuk menyiarkan musik dan pidato dari para tokoh anti-Boris Johnson.

Para demonstran akhirnya berkumpul di Downing Street, mengganggu para anggota kabinet yang berdatangan ke kantor PM Inggris itu untuk mengetahui tugas mereka.

"Saya berada di sini untuk memprotes kebijakan Boris Johnson," seru Andy Unger, dosen sebuah universitas di London.

"Kita berada di era politik saat fakta tidak dipedulikan dan Johnson secara sukses mengeksploitasi hal itu."

"Saya merasa dia bukanlah orang yang tepat menjadi perdana menteri. Dia bukan perdana mentgeri saya," imbuhnya.

Baca juga: Johnson Siapkan Tim Brexit

Aksi demonstrasi itu didukung berbagai kelompok progresif termasuk Momentum, kelompok sayap kiri yang terkait keras dengan partai oposisi Partai Buruh.

Mereka mengklaim 10 ribu orang menghadiri aksi demonstrasi itu.

Menteri Keuangan Bayangan John McDonnell juga menghadiri aksi demonstrasi itu dan memberikan orasi.

"Jangan percaya dengan kebohongan ini. Boris Johnson sangat berbahaya," tegasnya. "Dia berbahaya bagi komunitas kita, Eropa, serta dunia."

Valentina Frasca, warga London selatan, hadir di aksi demonstrasi itu bersama keluarganya,

"Saya sangat benci Boris. Dia seorang rasis dan xenofobia. Dia adalah pembohong dan tidak layak memimpin," katanya.

"Kini, saya tahu apa yang dirasakan warga Amerika Serikat. Saya sangat malu," imbuhnya mengacu pada Presiden Donald Trump. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More