Rabu 24 Juli 2019, 23:13 WIB

Satu Data Atasi Perbedaan Data di Kementerian/Lembaga

Nur Aivanni | Ekonomi
Satu Data Atasi Perbedaan Data di Kementerian/Lembaga

MI/Arya Manggala
DEPUTI Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Taufik Hanafi

 

DEPUTI Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Taufik Hanafi mengungkapkan kementerian/lembaga (K/L) selama ini mengalami kesulitan untuk saling berbagi data.

"Dalam kenyataannya banyak sekali dihadapkan suatu kondisi bahwa data-data yang dimiliki K/L tertentu tidak mudah di-share dan dibagi-pakaikan oleh K/L yang lain," katanya dalam diskusi yang bertajuk satu data: solusi kebijakan tepat sasaran, bertempat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (24/7).

Maka itu, kata dia, terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia diharapkan bisa mengatasi perbedaan data yang kerap terjadi di kementerian/lembaga.

"Perpres ini merupakan kebijakan tata kelola, karena data ini dihasilkan oleh berbagai banyak K/L, tidak hanya di pusat, tapi juga di daerah. Tidak menutup kemungkinan data-data yang kita kumpulkan juga dari pihak swasta," terangnya.

Baca juga : Kebijakan Tepat Berdasar Data Akurat

Ke depannya, kata Taufik, satu data tersebut akan memberikan interpretasi yang sama terhadap suatu objek tertentu.

"Kalau kita punya definisi yang sama terhadap data yang dikumpulkan tentang objek tertentu, itu bisa diperkecil kemungkinan adanya perbedaan-perbedaan data itu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Infrastruktur Informasi Geospasial Badan Informasi Geospasial (BIG) Adi Rusmanto mengatakan, tumpang tindih data tidak akan terjadi dengan adanya satu data tersebut.

"Jadi tidak akan terjadi tumpang tindih data. Jika yang digunakan adalah peta dasar yang sama," katanya.

Lebih jauh, Adi menjelaskan,  kebijakan satu peta sudah ada pengamanannya sehingga sumbernya terverifikasi. Kalau data disalahgunakan, katanya, pemegang akun yang bersangkutan yang dipersalahkan.

"Jadi proses pertanggungjawaban lebih jelas," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara/Muhammad Iqbal

Tenaga Medis Hingga Relawan Dapat Jaminan Kecelakaan Kerja

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 01 Juni 2020, 18:45 WIB
Menteri Ketenagakerjaan telah menerbitkan surat edaran yang mengatur jaminan kecelakaan kerja pada kasus penyakit akibat...
Antara

Pemerintah belum Putuskan Boleh-Tidaknya Ojol Bawa Penumpang

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:39 WIB
Pada saat kebijakan kenormalan baru diterapkan, para pengemudi ojek online berharap pemerintah kembali mengizinkan mengangkut...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Sektor Ekonomi Dibuka Kembali untuk Hentikan Ancaman Krisis

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:29 WIB
Tudingan pemerintah terlalu berpihak pada pengusaha di saat pandemi, sebenarnya kurang tepat karena sektor usaha dan ekonomi justru...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya