Kamis 25 Juli 2019, 04:00 WIB

Johnson Siapkan Tim Brexit

Ihfa Firdausya ihfa@mediaindonesia.com | Internasional
Johnson Siapkan Tim Brexit

(Photo by Tolga AKMEN / AFP)
Pemimpin Partai Konservatif Baru dan perdana menteri yang akan datang Boris Johnson

 

BORIS Johnson kemarin mulai menyusun tim kerjanya setelah dia mengambil alih kursi Perdana Menteri Inggris dari Theresa May. Johnson memikul tugas berat, yaitu mewujudkan Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada 31 Oktober mendatang dengan cara apa pun.

May sendiri mundur setelah gagal mewujudkan rencana Brexit akibat ditolak parlemen Inggris. Akibat penolakan itu, May terpaksa menunda tanggal keluarnya Inggris dari Uni Eropa hingga dua kali.

Dalam pidato perpisahannya di parlemen kemarin, May, sambil menangis, menyatakan dukungan penuhnya terhadap Johnson.

Langkah pertama Johnson ialah menunjuk Dominic Cummings sebagai pembantu utamanya. Cummings merupakan ketua tim kampanye Brexit pada referendum Uni Eropa 2016.

Sejak referendum itu, Cummings kerap mengkritik strategi Brexit di pemerintahan May dalam tulisannya di majalah kelompok kanan-tengah The Spectator. Melalui cicitannya, dia juga menyatakan upaya keluar dari Uni Eropa tanpa adanya rencana mendetail sebagai sebuah 'kesalahan besar yang tidak bisa dimaafkan'.

Sebuah sumber di tim kampanye Johnson menyebut pria 55 tahun itu juga akan menyusun kabinet yang melibatkan lebih banyak perempuan maupun politikus dari etnik minoritas.

Sajid Javid, putra dari seorang imigran Pakistan dan menjabat Menteri Dalam Negeri di kabinet May, misalnya, diprediksi akan menjadi Menteri Keuangan. Sementara itu, pendukung Brexit, yaitu Priti Patel, yang dipecat May dari posisi Menteri Bantuan Internasional akibat berunding tanpa izin dengan pemerintah Israel, juga disebut-sebut akan mendapat kursi menteri.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Inggris, Philip Hammond, kemarin memilih mundur. Menurut dia, Johnson harus mencari orang lain 'yang sepakat dengan posisi kebijakannya'. Hammond yang tidak setuju dengan niat Johnson soal Brexit tanpa kesepakatan, juga menulis surat kepada Theresa May bahwa kasus Brexit telah menimbulkan 'ketidakpastian' bagi perekonomian Inggris.

Kerja sama

Sementara itu, kepala tim negosiasi Brexit dari Uni Eropa, Michel Barnier, menyatakan siap bekerja sama dengan PM Boris Johnson terkait dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Namun, ditegaskannya bahwa UE tidak mau bernegosiasi kembali soal aturan-aturan Brexit yang telah ditandatangani Theresa May pada November 2018.

"Kami akan siap berunding dengan pemerintahan baru Inggris, dengan semangat kerja sama untuk meratifikasi kesepakatan Brexit," ujar Barnier.

Ditanya kesannya soal Johnson, yang sudah meminta agar kesepakatan Brexit ditinjau ulang, Barnier mengaku cuma pernah bertemu sekali dengannya pada pembukaan Olimpiade London 2012. "Kami akan bekerja sama. Saya pikir dia orang yang pintar," ungkapnya.

Sebelumnya, Barnier berunding dengan komite pengarah Brexit di parlemen UE yang diketuai Perdana Menteri Belgia, Guy Verhofstadt. Komite itu juga sepakat bahwa kesepakatan Brexit tidak bisa direnegosiasi. Namun, mereka siap mendukung jika pemimpin Eropa ingin memperbarui kesepakatan politik yang mendampingi Brexit. (AFP/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More