Rabu 24 Juli 2019, 21:47 WIB

Silaturahmi Politik Empat Tokoh Terkait Pilpres 2024

Silaturahmi Politik Empat Tokoh Terkait Pilpres 2024

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ketum Gerindra Prabowo Subianto (tengah) disambut Putri Megawati Puan Maharani di kediaman Megawati Jl. Teuku Umar, Menteng, Jakarta

 

PENELITI Bidang Politik The Indonesian Institute, Rifqi Rachman memperkirakan silaturahmi politik yang terjadi Rabu hari ini, antara Megawati-Prabowo dan Surya Paloh-Anies Baswedan, berkaitan dengan Pemilu 2024.

"Pertemuan tersebut sebagai bagian dari gerilya silaturahmi politik menuju Pemilu 2024, yang sudah mulai ramai dengan wacana mengenai para kandidat calon presiden yang potensial," kata Rifqi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Dia memperkirakan pertemuan Megawati dengan Prabowo hari ini dapat menjadi langkah awal koalisi PDIP dan Gerindra untuk Pilpres 2024.

Pertemuan tersebut menurut dia, akan membuat PDIP lebih gencar dalam membahas wacana merapatnya Gerindra ke dalam koalisi.

“Jika tokoh sentral di dalam parpol sudah membuka peluang, para loyalis tentu akan satu suara. Apalagi kenyataannya memang oligarki dalam tubuh partai politik masih sangat kuat di Indonesia,” ujar Rifqi.

Baca juga: Megawati Meluluhkan Prabowo dengan Politik Nasi Goreng

Namun dia menilai Megawati dan Prabowo tidak akan berduet untuk kembali maju sebagai pasangan calon pada Pilpres 2024. Menurut dia, kandidat potensial sudah sangat banyak untuk 2024, di mana mayoritas merupakan wajah baru, muda, namun berpengalaman.

Hal itu menurut dia, akan menghadirkan suasana kontestasi yang baru dan berbeda serta menarik nantinya.

Selain itu sosok Megawati saat ini dinilai lebih sebagai seorang queen maker sehingga akan lebih potensial menjadi penyusun strategi.

"Kalau pak Prabowo agaknya masih punya potensi untuk maju lagi. Tapi kalau relasi PDIP-Gerindra lancar sampai 2024, bisa jadi Prabowo juga bertransformasi menjadi king maker," jelas dia.

Di sisi lain, kata dia, pertemuan Surya Paloh dengan Anies Baswedan, Rabu hari ini, juga kemungkinan berkaitan persiapan menyongsong Pemilu 2024, di mana pertemuan itu dapat dianggap sebagai investasi jangka panjang Nasdem.

“Nasdem memulai langkah sangat dini untuk menyongsong 2024 dengan menjalin relasi bersama Anies. Pernyataan Ketum Nasdem yang mengatakan Anies baru mengeluarkan setengah potensinya memperjelas arah perbincangan di pertemuan tersebut,” katanya.

Namun Rifqi menilai ada dua hal yang harus dipertimbangkan oleh Nasdem jika benar akan menggandeng Anies di 2024.

Pertama, basis pemilih Anies yang berasal dari kalangan konservatif akan membuat Nasdem bertransformasi menjadi partai dengan corak keagamaan di 2024.

"Mungkin ini tidak begitu berpengaruh pada Nasdem, mengingat basis ideologi partai ini juga tidak kuat. Namun, berada satu gerbong dengan kalangan konservatif akan membuat Nasdem turut memainkan instrumen politik identitas," ujar dia.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More