Rabu 24 Juli 2019, 18:19 WIB

Kementerian PPPA Luncurkan Gereja Ramah Anak Tingkat Nasional

Lina Herlina | Nusantara
Kementerian PPPA Luncurkan Gereja Ramah Anak Tingkat Nasional

MI/Lina Herlina
Menteri PPPA Yohana Yembise (bawa karangan bunga) disambut tarian oleh anak-anak saat peringatan Hari Anak Nasional di Makassar, Sulsel.

 

Dalam rangkaian pemberian penghargaan Kabupaten/kota Layak Anak di Makassar, Selasa (23/7) malam, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) meluncurkan Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) sebagai model gereja ramah anak tingkat Nasional.

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny Nurhayati Rosalin mengatakan, jika peluncuran gereja ramah anak menjadi ini sebagai bagian dari menghilangkan kekerasan terhadap anak di rumah ibadah.

"Tahun lalu, pada pemberian penghargaan KLA 2018, kita lounching masjid layak anak bersama Dewan Masjid Indonesia, yang  diketua Wapres Jusuf Kalla. Dan sampai tahun ini, banyak sekali masjid yang mulai menjalankan program masjid ramah anak," jelas Lenny.

Lenny juga menambahkan jika itu merupakan bagian dari penilaian kabupaten atau kota layak anak, yang tahun ini penerima penghargaannya naik 40 % dari 177 kabupaten/kota menjdi 247. Dan itu berasal dari penilaian 432 kabupaten/kota yang ikut dievaluasi.

Dan penghargaannya diberikan di Hotel Fourpoint by Sheraton Makassar, yang diserahkan langsung Menteri PPPA Yohana Yembise kepada perwakilan penerima, yaitu 15 provinsi dan 247 kabupaten/kota yang dinilai berkomitmen mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Lenny menegaskan, perlu ditekankan, ini bukan hanya mengejar kabupaten/kotanya meningkat yang memperoleh penghargaan. Tetapi kita lihat bersama bahwa komitmen pemimpin daerah itu juga semakin meningkat, semakin peduli, karena semakin banyak kegiatan terobosan.

Meski di satu sisi, dia tak menampik masih ada beberapa permasalahan yang masih menyelimuti pemerintah daerah, utamanya kasus kekerasan anak. Namun Lenny berdalih, kasus ini memang susah diprediksi kejadiannya. Namun demikian pencegahan dan penanganan secara komprehensif terus dilakukan.

Menteri PPPA Yohana Yembise meambahkan, isu anak menjadi hal yang sangat strategis dalam pembangunan nasional. Makanya, penghargaan ini hadir sebagai pendorong pemenuhan hak anak dan perlindungan anak yang ditekankan kepada tiap pemerintah daerah.

"Pemerintah daerah tidak perlu takut melaksanakan komitmen melalui berbagai kegiatan dan program untuk urusan pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Karena anak adalah investasi masa depan," papar Yohana.

Dalam penilaian KLA, Kementerian PPPA membagi penilaian dan keberhasilan yang dicapai kabupaten/kota dimulai ke dalam tingkat terendah predikat Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA. Untuk KLA, belum ada satupun pemerintah daerah berada pada posisi tertinggi itu.

Menteri PPPA Yohana menargetkan, tahun 2030 mendatang seluruh kabupaten/kota se-Indonesia bisa mencapai KLA untuk mencapai Indonesia Layak Anak (Idola). "Target kita adalah tahun 2030 Indonesia sudah layak anak. Provinsi belum bisa mendapat layak anak jika kabupaten/kota belum memenuhi target. Jadi harus bekerja keras," jelas Yohana.

Terkait Gereja Ramah Anak, Juni lalu, Yohana sebelumnya meluncurkan buku pedoman gereja ramah anak di Gereja Masehi Injili Bitung, Minahasa, Sulawesi Utara tersebut. Yang merupakan gereja terbesar ketiga di Indonesia dengan jumlah jemaat gereja mencapai 808.000 yang 119.140 di antaranya adalah anak-anak. (LN/OL-10)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More