Selasa 23 Juli 2019, 22:10 WIB

Polri Ungkap Aliran Dana Kelompok JAD Indonesia dari Luar Negeri

Ferdian Ananda Majni | Internasional
Polri Ungkap Aliran Dana Kelompok JAD Indonesia dari Luar Negeri

BAY ISMOYO / AF
Karo Penmas Diviai Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo

 

KARO Penmas Diviai Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan pihaknya berhasil mengungkap aliran dana kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia. Diketahui otak serangan terorisme di Indonesia hingga Filipina, Saefulah alias Daniel alias Chaniago mendapat kucuran dana dari luar negeri mencapai Rp413 juta lebih.

"Aliran dana dari Trinidad Tobago ada tujuh kali, dari Maldives satu kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali dan Malaysia sekali," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).

Dedi menjelaskan dana sebanyak US$28.921.89 atau Rp413.169.857 itu dikirim melalui Western Union medio Maret 2016 sampai September 2017.

"Uang digunakan melancarkan teror di Sibolga, Sumatra Utara, hingga Gereja Katolik di Filipina," sebutnya.

Saefulah juga menggunakan dana itu untuk membeli senjata hingga membiayai anggotanya Muhammad Aulia dan 11 orang lainnya ke Khorasan, Afganistan.

Saat ini, Saefullah diketahui berada di Khorasan. Sedangkan Muhammad Aulia dan teman-temannya dideportasi dari Bangkok pada 13 Juni 2019 dan ditangkap tim Densus 88 di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatra Utara.


Baca juga: Serangan Udara Rusia-Suriah Tewaskan 50 Warga Sipil di Idlib


"Yang bersangkutan (Saefullah) menyuruh Novendri memberikan dana ke Mujahidin Indonesia Timur (MIT) untuk keberlangsungan kelompok yang berada di Poso itu," lanjutnya.

Saefulah juga berencana mengirimkan uang kepada anggota JAD Kalimantan Timur untuk pembelian senjata dari Filipina Kemudian diselundupkan ke Indonesia.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap Novendri alias Abu Jundi sekitar pukul 21.59 WIB, Kamis, (18/7) lalu di Jalan Perintis Kemerdekaan, Padang, Sumatra Barat.

Hasil pemeriksaan dipastikan Novendri dikendalikan Saefulah yang menjadi pengatur aliran dana sejumlah penyerangan di Indonesia dan luar negeri. Kini Saefulah masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Saat ini kekuatan ISIS sudah mengarah ke suatu daerah, yaitu di Khorasan, Afghanistan. Ini daerah abu-abu, daerah perbatasan yang tidak bisa dikontrol oleh satu pemerintah, itu sebabnya mereka kuat di situ," pungkasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More