Selasa 23 Juli 2019, 20:45 WIB

Pengamat: Tidak Perlu Anies ke Luar Negeri Hanya untuk Ceramah

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pengamat: Tidak Perlu Anies ke Luar Negeri Hanya untuk Ceramah

MI/Galih Pradipta
Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng

 

KRITIK dialamatkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena menyebut kepergiannya ke Kolombia dan Amerika Serikat hanya untuk ceramah dan memaparkan soal kemajuan Jakarta.

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng menegaskan Anies tidak perlu 'menjual' Jakarta dengan cara tersebut agar dunia internasional mau mengenal dan mempercayai Jakarta.

Menurutnya Anies hanya perlu membuktikan dengan kinerjanya. Dengan demikian otomatis orang akan paham sejauh mana Jakarta telah maju di bawah masa pemerintahannya.

"Jakarta kan bukan kota di ujung yang tidak terjangkau internet. Sekarang dunia semua sudah terkoneksi. Orang dari manapun bisa tahu apa yang sedang dilakukan atau terjadi di Jakarta. Menurut saya tidak perlu keluar negeri hanya untuk itu," kata Robert saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (23/7).

Baca juga: Anies Perpanjang Kunjungan Ke Luar Negeri

Ia mencontohkan kemajuan yang dibuat oleh beberapa daerah semisal Solo, Surabaya, hingga Bandung. Masing-masing kota awalnya tidak diperhatikan masyarakat. Tetapi dengan prestasi kinerja kepala daerahnya, wilayah-wilayah tersebut pun bisa dikenal luas.

"Mereka terkenal bukan karena promosi sana-sini tapi karena memang berprestasi. Jadi ya penting tidak penting sebetulnya paparan seperti itu," terangnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan perjalanan dinas luar negeri selama 10 hari pada 9-18 Juli ke Kolombia dan Amerika Serikat.

Anies mengatakan pihaknya hanya ceramah dan memaparkan kemajuan Jakarta agar internasional mempercayai Jakarta telah sejajar dengan kota-kota maju di dunia dan mau menggelar agenda internasional di Ibukota. Karena itulah ia tidak perlu memaparkan isi agenda serta hasil kunkernya tersebut.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More