Selasa 23 Juli 2019, 20:50 WIB

Serangan Udara Rusia-Suriah Tewaskan 50 Warga Sipil di Idlib

Antara | Internasional
Serangan Udara Rusia-Suriah Tewaskan 50 Warga Sipil di Idlib

AFP
Peta lokasi Maaret al-Numan di wilayah Idlib Suriah, tempat puluhan orang tewas dalam serangan udara rezim dan Rusia

 

JUMLAH korban jiwa akibat serangan udara oleh Rusia dan pasukan Pemerintah Suriah pada Senin pagi (22/7) di zona penurunan ketegangan di Provinsi Idlib naik jadi 50, kata lembaga pertahanan sipil Helm Putih.

Jet Rusia menyerang satu pasar di Kota Maarat An-Numan di Idlib Utara, dan menewaskan 39 warga sipil, termasuk seorang relawan Helm Putih, kata beberapa sumber lembaga pertahanan sipil kepada Kantor Berita Turki, Anadolu.

Sementata iru, pesawat tempur Pemerintah Presiden Bashar al-Assad menyerang satu pasar di Saraqib di pinggir Idlib, kata beberapa sumber di lapangan kepada Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa (23/7).

Serangan pemerintah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai puluhan orang lagi, mereka menambahkan.

Menurut seorang koresponden Anadolu, pesawa tempur pemerintah Suriah dan Rusia juga melancarkan serangan terhadap Kota Kecil Bidama dan Desa Tamenes serta Al-Kabina, sehingga menewaskan empat warga sipil.


Baca juga: Inggris Siapkan Pasukan Pengamanan di Wilayah Teluk


Namun, Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa pasukannya telah menyerang pasar, dan mengatakan pesawat tempur Rusia tidak melakukan misi apa pun di daerah tersebut.  

Korban jiwa Senin (22/7) membuat seluruh jumlah korban jiwa jadi 67 dalam dua hari belakangan, sementara 17 warga sipil tewas dalam
serangan udara Rusia di zona penurunan ketegangan yang sama pada Ahad.   

Turki dan Rusia pada September lalu sepakat untuk mengubah Idlib jadi zona penurunan ketegangan, dan tindakan agresi dengan tegas dilarang di sana.  

Namun, pemerintah Suriah terus melanggar ketentuan gencatan senjata itu, dan sering melancarkan serangan di dalam zona penurunan ketegangan. Suriah baru saja mulai keluar dari konfflik yang memporak-porandakan yang meletus pada 2011, ketika pemerintah Bashar al-Assad menindas demonstran dengan kekuatan yang tak pernah terjadi sebelumnya. (OL-1)

 

Baca Juga

AFP/JOSE LUIS ROCA

Diduga Terlibat Korupsi, Eks Raja Juan Carlos Tinggalkan Spanyol

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 05:41 WIB
Raja Felipe sebelumnya telah mengakhiri tunjangan istana dan warisan ayahnya pada Maret. Hal itu lantaran tuduhan rekening rahasia yang...
AFP/Anwar Amro

Menlu Lebanon Mengundurkan Diri di tengah Krisis Ekonomi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 00:02 WIB
Ia menyalahkan kurangnya kemauan politik dalam melakukan reformasi untuk menghentikan krisis keuangan yang dapat mengubah Lebanon menjadi...
AFP/OLIVIER DOULIERY

Demi Amerika, Microsoft Corp Nyatakan Keinginan Akuisisi TikTok

👤Antara 🕔Senin 03 Agustus 2020, 19:30 WIB
CEO Microsoft Satya Nadella berbicara dengan Presiden AS Donald Trump tentang isu...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya