Selasa 23 Juli 2019, 20:25 WIB

Inggris Siapkan Pasukan Pengamanan di Wilayah Teluk

Ihfa Firdausya | Internasional
Inggris Siapkan Pasukan Pengamanan di Wilayah Teluk

AFP
Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt

 

INGGRIS mengatakan pihaknya sedang merencanakan sebuah pasukan perlindungan pelayaran di Teluk yang dipimpin Eropa, Senin (22/7) waktu setempat. Hal itu dilakukan setelah pihak berwenang Iran menangkap sebuah kapal tanker berbendera Inggris Jumat lalu.

Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt, membuat pengumuman ini setelah pertemuan darurat untuk menanggapi insiden tersebut.

"Kami akan berusaha membangun misi ini secepat mungkin," kata Hunt.

Menurut Hunt, misi ini tidak akan menjadi bagian dari kebijakan tekanan maksimum AS terhadap Iran. Menurutnya, Inggris tetap berkomitmen untuk menjaga perjanjian nuklir Iran.

Hunt mengatakan kapal perang kedua yang dikirim Inggris ke wilayah itu akan tiba pada 29 Juli.

Sebelumnya, Korps Pengawal Revolusi Islam merebut Stena Impero di Selat Hormuz yang strategis, Jumat (19/7).

Iran menyita kapal tanker itu setelah mengklaim mereka tidak merespons panggilan darurat dan mematikan transpondernya setelah menabrak kapal nelayan.

"Merebut kapal tanker Inggris adalah tindakan hukum oleh Iran," kata juru bicara pemerintah Iran, Ali Rabiei, pada konferensi pers di Teheran, Senin.

Langkah itu dilakukan dua minggu setelah pihak berwenang Inggris menyita kapal tanker Iran di Gibraltar. Inggris mencurigai Iran telah melanggar sanksi Uni Eropa.


Baca juga: Jepang Kecam Korsel karena Lebih Berhak Usir Pesawat Rusia


Sementara itu, Uni Eropa telah menyatakan 'keprihatinan mendalamnya' pada langkah tersebut. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas juga mengatakan, "Kami tidak ingin eskalasi lebih lanjut."

Di sisi lain, pemerintah Inggris telah memperingatkan kapal-kapalnya untuk menghindari saluran pelayaran. Itu merupakan titik temu untuk sekitar sepertiga dari minyak dunia yang diangkut dari laut.

Hunt mengatakan semua kapal berbendera Inggris yang bepergian melalui selat itu harus menghubungi pemerintah terlebih dahulu. Menurutnya, hal itu 'untuk memungkinkan kami menawarkan perlindungan terbaik yang kami bisa'.

Orang-orang mempertanyakan pemerintah yang tidak lebih proaktif dalam melindungi kapal setelah insiden Gibraltar. Hal itu memicu kemarahan dan ancaman pembalasan di Teheran.

Mantan Menlu Boris Johnson yang diprediksi jadi PM baru Inggris didesak untuk melakukan tindakan yang lebih kuat terhadap Iran, seperti sanksi keuangan.

Menteri Keuangan Philip Hammond mengatakan pada Minggu, "Kami telah mendapat rakit sanksi yang luas terhadap Iran, terutama sanksi keuangan, jadi tidak jelas bahwa ada hal-hal langsung yang dapat kita lakukan."

Teheran mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa nasib Stena Impero bergantung pada penyelidikan dugaan pelanggaran aturan maritim internasional.

"Kepada semua negara yang menyerukan Iran untuk melepaskan kapal tanker itu, kami meminta mereka untuk mengatakan hal yang sama kepada Inggris," kata juru bicara Iran, Senin.

Sementara itu, Hunt mengatakan Inggris akan melepas Grace 1 jika ada jaminan bahwa minyak yang diangkut kapal itu tidak menuju Suriah. (AFP/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More