Selasa 23 Juli 2019, 18:35 WIB

Genjot Ekspor ke Indonesia, Palestina Jamin Kualitas Produk

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Genjot Ekspor ke Indonesia, Palestina Jamin Kualitas Produk

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Indonesia hapus bea masuk kurma palestina

 

PALESTINA ingin menggenjot kinerja ekspor ke pasar Indonesia. Walaupun masih di bawah penjajahan Israel, Palestina berkomitmen menjual produk yang berdaya saing.

"Kami yakin produk Palestina bisa bersaing di pasar internasional. Ini sekaligus membuktikan kepada Israel, Palestina bisa menggapai kemandirian ekonomi," kata Direktur Kebijakan Perdagangan di Pusat Perdagangan Palestina Shadi Shaheen dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Palestina, Selasa (23/7).

Otoritas Palestina berikut pelaku usaha terus menggencarkan promosi komoditas unggulan ke seluruh Indonesia, termasuk Indonesia. Shadi menegaskan perekonomian negara yang kokoh, akan meningkatkan kekuatan politik.

"Meskipun rakyat Palestina mengalami banyak kesulitan, tetapi kami bisa melakukan misi perdagangan," imbuhnya.

Terkait kualitas produk, pihaknya menjamin strandardisasi yang sesuai dengan pasar internasional. Shadi mencontohkan produk keramik Palestina yang mendapat pengakuan internasional, serta produk makanan yang mendapat penghargaan halal dari Malaysia. Sebagai jaminan mutu, setiap produk ekspor Palestina akan disertai logo "Palestine: made with passion".

"Selain menjadi jaminan kualitas, pemberian logo merupakan strategi untuk mendukung perdagangan Palestina di pasar internasional," tukas Shadi.

Baca juga: Indonesia Bebaskan Tarif Masuk Kurma dan Zaitun dari Palestina

Lebih lanjut, perwakilan Divisi Pengembangan Investasi Palestina Ola M. Hammouda berharap semakin banyak investor yang datang ke Palestina. Terutama, di bidang pariwisata, teknologi informasi dan produk konsumsi. Pemerintahmenyiapkan perangkat yang mendukung iklim investasi. Hammouda menekankan iklim investasi di Palestina tergolong kondusif.

"Dengan masuknya investasi, dapat membantu perusahaan lokal untuk berkembang. Serta, meningkatkan produksi nasional hingga 45%. Kami siap menyambut investor dan sangat terbuka untuk memberikan panduan terkait produk, maupun pabrik yang bisa menerima aliran investasi," pungkas Hammouda.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun, mengungkapkan delegasi Palestina telah bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian Perdagangan RI. Selanjutnya, akan diselenggarakan lokakarya yang mempertemukan otoritas dan pelaku usaha dari kedua negara.

"Untuk mempererat hubungan antara Palestina dan Indonesia, akan diadakan workshop yang membahas kondisi perdagangan dan investasi di Palestina. Lalu, bagaimana produk Palestina bisa masuk ke pasar Indonesia," ungkap Al Shun.

Ketua Komite Tetap Timur Tengah & OKI Kadin Indonesia, Fachry Thaib, mengatakan banyak peluang bisnis di Palestina. Pihaknya telah mengirimkan utusan ke Palestina untuk mengadakan business meeting dengan ratusan pengusaha Palestina. Dia pun mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia terkait pembebasan tarif bea masuk terhadap produk kurma dan zaitun.

"Kami mendukung langkah pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan perdagangan bilateral. Dalam waktu dekat, Kadin Indonesia dan Kadin Palestina akan menandatangani perjanjian dagang," imbuh Fachry.

Sejauh ini, nilai perdagangan bilateral tercatat US$5 juta. Dengan ekspor produk Indonesia ke Palestina mencapai US$4,5 juta, sedangkan ekspor produk Palestina ke Indonesia hanya berkisar US$ 0,5 juta.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More