Selasa 23 Juli 2019, 13:34 WIB

Polisi Dalami Penyebab Kematian Wiko Jerianda

Dwi Apriani | Nusantara
Polisi Dalami Penyebab Kematian Wiko Jerianda

Antara
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (kedua kanan) melayat almarhum Wiko Jerianda di rumah duka Plaju Palembang, Sumsel, Sabtu (20/7).

 

KASUS kematian siswa Sekolah Menengah Atas Taruna Indonesia Palembang, Wiko Jerianda, 16 saat mengikuti masa orientasi sekolah masih didalami
pihak kepolisian. Diketahui sebelumnya, polisi sudah menetapkan tersangka dan memenjarakan Obi Frisman, 24 karena telah melakukan kekerasan yang mengakibatkan kematian Delwyn Berli Juliandro, 14.

Bahkan kini, pihak keluarga Wiko Jerianda sudah membuat laporan resmi ke Polresta Palembang sebagai langkah hukum pertama yang diambil agar kasus kematian anaknya dapat dipecahkan. Berbeda dengan Delwyn, Wiko sempat dirawat selama enam hari di rumah sakit dalam kondisi kritis dan koma. Namun pada Jumat (19/7) meninggal dunia RS Charitas Palembamg.

Kepala Satuan Reskirm Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan perkara dan kini sedang mendalami kasus tersebut.

"Memang kita sudah mendengar sesuai konfirmasi terakhir. Pihak kita sudah menemui yang diduga korban penganiayaan. Namun kita telusuri lebih lanjut apakah memang sebab akibat atau hubungannya dengan SMA Taruna. Termasuk adanya tindak penganiayaan. Oleh karena itu kita juga masih menyelidik dari laporan keluarga korban untuk pembuktian tersebut," jelasnya.

Saat ini kepolisian terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi baik dari teman korban saat mengikuti MOS, guru, pembina dan lainnya.

"Untuk beberapa dalam proses penyelidikan ini ada yang kita mintai keterangan dan interogasi," katanya.

Yon Edi mengatakan tidak menutup kemungkinan, kepala sekolah akan kembali didatangkan ke Polresta untuk keperluan interogasi.

"Mulai dari pihak pengajar maupun pembina yang terlibat dari pihak sekolah tersebut. Dan kejadian ini mungkin akan kita perdalam termasuk perkara sebelumnya yang sedang dalam proses berjalan ini di unit pidum Polresta Palembang," tambahnya.

Kuasa Hukum Wiko Jerianda, Firli Darta dikonfirmasi mengatakan, pihak keluarga tetap membawa masalah ini ke ranah hukum.

"Kami sudah memenuhi panggilan pihak kepolisian untuk BAP (berita acara pemeriksaan) terkait laporan yang kita buat kemarin. Kita baru memberikan awal saja, kita juga menunggu hasil penyelidikan. Sedangkan terkait dari pihak sekolahnya kita juga menunggu kebijakan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan," bebernya.

baca juga: Korban Pesawat Latih Ditemukan Tak Bernyawa

Ia mengatakan, perwakilan dari pihak sekolah sempat mendatangi rumah korban untuk bersilaturahim. Meski kedatangan pihak sekolah disambut baik oleh keluarga, namun Firli mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan laporan yang telah dibuat.

"Kita dari pihak keluarga tetap terbuka, untuk itikad baik atau silahturahim kami sambut. Namun untuk laporan akan tetap diteruskan," katanya. ((OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More