Selasa 23 Juli 2019, 11:21 WIB

Gubernur Kalsel Minta Kabupaten/Kota Siaga Karhutla

Denny Susanto | Nusantara
Gubernur Kalsel Minta Kabupaten/Kota Siaga Karhutla

MI/Rudi Kurniawansyah
Ilustrasi

 

MUSIM kemarau juga berdampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor meminta pemerintah kabupaten/kota di wilayah tersebut siaga ancama karhutla. Saat ini Kalimantan Selatan dalam status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Tujuh dari 13 kabupaten/kota di wilayah ini sudah ditetapkan darurat bencana karhutla.

"Kalsel saat ini ditetapkan dalam status darurat siaga bencana karhutla. Gubernur Kalsel sudah menerbitkan surat edaran terkait kesiagaan pemda untuk mengantisipasi dan menangani bencana karhutla," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyuddin Ujud, Selasa (23/7).

Tujuh kabupaten/kota di Kalsel yang ditetapkan dalam status darurat siaga bencana karhutla meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tanah Laut, Tapin dan Tabalong. Data BPBD Kalsel menyebutkan luas kebakaran hutan dan lahan saat ini mencapai 70 hektar lebih. Kondisi cuaca kemarau dikhawatirkan akan memicu kebakaran semakin meluas.

Koordinator Daerah Operasional Manggala Agni Kalsel, Zulkarnaen mengatakan budaya membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar menjadi salah satu penyebab.

"Kita terus memberikan himbauan kepada para petani, termasuk juga korporasi untuk mengantisipasi ancaman karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan," ungkapnya.

Lebih jauh Zulkarnaen mengatakan pihaknya mulai mengaktifkan kembali kegiatan patroli lapangan di tiga wilayah Daerah Operasional (DAOP) Manggala Agni Kalsel yakni Kabupaten Banjar, Tabalong dan Tanah Bumbu. Sepanjang 2018, jumlah titik api muncul di 13 kabupaten/kota di Kalsel sebanyak 1.200 titik. Sedangkan luas karhutla di Kalsel mencapai 3.890 hektar dengan daerah terparah dilanda karhutla antara lain Kota Banjarbaru terutama daerah sekitar Bandara Syamsuddin Noor, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Balangan dan Tanah Laut.

Kalsel juga rawan bencana kebakaran permukiman. Dinas Kesejahteraan Sosial Kalsel mencatat sepanjang 2018 terjadi 277 kali bencana kebakaran permukiman (sosial) dengan kerugian mencapai Rp60,088 miliar. Kebakaran menyebabkan tujuh orang tewas.

baca juga: Cegah Konflik, Pembinaan Kelompok Tani Hutan Digalakkan

Selain ancaman bencana karhutla dan kekeringan, kondisi cuaca yang tidak menentu dan terkadang terjadi hujan juga beberapa kali menimbulkan bencana lain seperti angin puting beliung. Kemarin sedikitnya 26 rumah warga di Desa Manarap, Kabupaten Banjar mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan berat akibat diterjang angin puting beliung. Bencana angin ribut ini sudah beberapa kali terjadi di Kalsel sepanjang 2019 ini. (OL-3)

 

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Warga di Satu Gang Kota Denpasar Diisolasi Total

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 27 Mei 2020, 11:03 WIB
Ada warga positif, satu gang diisolasi mulai 25 Mei 2020 hingga 14 hari ke depan yakni sampai 8 Juni 2020. Artinya selama dua minggu...
ANTARA FOTO/Aji Styawa

Cuaca Buruk,Tanaman Padi di 7 Desa Terancam Gagal Panen

👤Alexander P Taum 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:43 WIB
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Nagekeo, NTT menyebabkan tanaman padi siap panen di tujuh desa...
MI/Kristiadi

Ratusan Kendaraan Masuk Jalur Gentong Dipaksa Putar Balik

👤Kristiadi 🕔Rabu 27 Mei 2020, 10:07 WIB
Tercatat ada 139 kendaraan roda empat dan roda dua yang diputarbalikkan di Jalur Gantong karena tidak memiliki surat izin masuk ke Jakarta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya