Selasa 23 Juli 2019, 10:45 WIB

Transportasi Hantui Tokyo Jelang Olimpiade 2020

Antara | Olahraga
Transportasi Hantui Tokyo Jelang Olimpiade 2020

AFP/Behrouz MEHRI
Seorang anak berinteraksi dengan Miraitowa, maskot Olimpiade 2020.

PANITIA penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 mengimbau warga di kota tersebut untuk tidak berangkat ke tempat kerja atau bekerja dari rumah saja selama berlangsungnya pesta olahraga sejagat itu, agar tidak terjadi kemacetan luar biasa di jalanan.    

Ratusan ribu orang diperkirakan akan menghadiri Olimpiade dan Paralimpiade di Tokyo pada 2020, sehingga bakal menambah kepadatan lalu lintas di kota yang sehari-harinya juga sudah sangat padat dengan lalu lintas komuter.    

"Kami perkirakan akan ada 920 ribu lebih penonton dan staf Olimpiade dalam satu hari," kata Kasumi Yamasaki, yang bertanggung jawab di bidang transportasi di Tokyo selama pergelaran Olimpide 2020.    

Para ahli memperkirakan, saat Olimpiade nanti, akan ada peningkatan jumlah penumpang kereta komuter 10%, penggunaan jalan tol naik 20%, sehingga bakal terjadi kemacetan atau penundaan keberangkatan.    

Baca juga: Difokuskan Olimpiade 2020, Zohri Absen di SEA Games?

Operator kereta merencanakan menambah armada. Namun, transportasi kereta di Tokyo sendiri memang sudah terlalu padat sehari-harinya terutama di jam sibuk pukul 07.00 hingga 09.00.    

Pada 22 Juli lalu, satu tahun sebelum digelarnya Olimpaide, kota Tokyo memperkenalkan program Telework Days selama sebulan, yakni meminimalkan kegiatan bepergian ke kantor dan memaksimalkan bekerja dari rumah dengan memanfaatkan sarana telekomunikasi.    

Perkantoran pemerintah dan sektor swasta termasuk perusahaan raksasa Toyota dan Sumitomo, juga berkomitman untuk mendukung upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di jam-jam sibuk itu.    

Program tersebut memang kurang populer di Jepang yang warganya dikenal giat bekerja, sementara perusahaan di Jepang umumnya sangat menekankan kehadiran karyawan mereka. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More