Selasa 23 Juli 2019, 05:40 WIB

Pelaku Pariwisita Diminta Turut Berkontribusi

(Ata/E-1) | Ekonomi
 Pelaku Pariwisita Diminta Turut Berkontribusi

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

 

PEMERINTAH menyusun skema baru untuk membuat beban penurunan harga tiket oleh maskapai penerbangan berbiaya murah (LCC) juga dapat ditanggung industri pariwisita lainnnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan pihaknya mengusulkan agar pihak maskapai dan pariwisata memberlakukan sharing discount untuk harga tiket pesawat.

"Nanti akan melibatkan pariwisata dan maskapai. Nanti sharing discount itu dilakukan secara bersama-sama untuk tujuan pariswisata," kata Budi Karya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Budi mengatakan usul tersebut akan dibahas selama dua minggu hingga satu bulan ke depan. Karena itu, Budi belum bisa menjabarkan secara detail terkait dengan peran industri pariwisata dalam pemberlakuan harga tiket pesawat LCC tersebut.

Hal senada dikemukakan Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. Pihaknya akan menggaet sektor pariwisata untuk berkontribusi dalam ekosistem industri penerbangan Indonesia. Sinergi diharapkan dapat menciptakan efisiensi guna memberikan harga tiket pesawat murah kepada masyarakat sebab penurunan harga itu tidak dapat dilakukan dalam jangka panjang.

"Untuk jangka menengah panjang, kita ingin diskusi lebih luas, dengan perhotelan, destinasi wisata, kementerian pariwisata. Tujuannya untuk saling berkontribusi memberikan efisiensi," tandasnya.

Seusai rapat koordinasi evaluasi mengenai tiket angkutan udara itu, pendiri Lion Air, Rusdi Kirana, menyatakan pihaknya siap untuk melaksanakan kebijakan pemberian diskon 50% mulai hari ini. Sebelumnya Lion Air baru memberikan diskon 30%.

Adapun maskapai LCC lainnya, Citilink, telah menerapkan kebijakan tersebut sejak awal. (Ata/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More