Senin 22 Juli 2019, 22:45 WIB

Partai Pendukung Jokowi-Amin belum Berniat Lebarkan Koalisi

Sonya Michaella | Politik dan Hukum
Partai Pendukung Jokowi-Amin belum Berniat Lebarkan Koalisi

MI/M. Irfan
Ketua umum Partai Nasdem Surya Paloh saat memberikan keterangan pers

 

KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan bahwa koalisi pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin belum berniat melebarkan koalisi. Pernyataan ini juga didukung oleh Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa.
 
Pernyataan ini disampaikan Surya dalam konferensi pers bersama dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.
 
"Yang pasti kami sepakat dengan pemikiran-pemikiran bahwa belum terpikir membahas secara serius untuk tambahan koalisi pemerintahan," kata Surya di DPP NasDem, Jakarta, Senin (22/7).

Tidak hadirnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dianggap Surya bukan masalah besar. Pasalnya, PDIP kini sedang mempersiapkan kongres.


Baca juga: PPP Pertanyakan Keinginan Partai Oposisi Dapatkan Kursi Ketua MPR

 
"Pertemuan ini kan spontanitas, sedangkan PDIP sedang sibuk mempersiapkan kongres. Kami harap Ibu Megawati nanti bisa berkumpul dengan kami dalam perspektif yang sama," ujar Surya lagi.
 
Sekali lagi Surya menegaskan, solidaritas dari partai-partai pendukung koalisi Jokowi-Amin merupakan hal yang penting. Solidaritas ini telah dibentuk jauh sebelum kampanye hingga penetapan capres cawapres terpilih oleh KPU.
 
"Sayang sekali jika tidak terjaga. Untuk menjaganya, kami harus komunikasi. Ada variabel, ada romantika, ada suasana kebatinan yang tidak selamanya bergembira, ada renungan kesedihan, dan sentimental. Itu konsekuensi hidup," tuturnya.
 
Surya juga meyakinkan bahwa ke depannya akan ada pertemuan semacam ini untuk mengkomunikasikan segala hal yang terkait dengan koalisi dan pembangunan negara dalam mendukung pemerintahan Jokowi-Amin lima tahun ke depan. (Medcom/OL-1)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More